Monday, October 13, 2008

Perbedaan Spektrometri dan Spektrofotometri


Ketika sedang browsing mencari journal dan artikel sebagai bahan referensi, saya kerap menemukan dua istilah yang awalnya saya anggap sama. Spektrometri dan spektrofotometri. Jika anda seorang chemist atau kerap bergelut dengan kimia, tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Ya.. kata ini memang berhubungan dengan kimia analisis dan digunakan dalam analisa kualitatif atau kuantitatif.

Selama ini saya tidak memperhatikan alasan mengapa dalam menuliskan metode analisa, beberapa penulis dalam artikelnya ada yang menulis secara spektrometri, ada juga yang menulis secara spektrofotometri. Apakah dua istilah ini sinonim satu sama lain atau memiliki perbedaan? Apakah spektrofotometri hanya istilah lain untuk spektrometri?

Bagaimana dengan anda? Apakah anda biasa menuliskan metode spektrometri atau metode spektrofotometri, atau anda tidak begitu memperhatikan penggunaan istilah ini karena selama ini menganggap keduanya adalah sama?

Dalam bidang kimia analisis, sebetulnya ada beberapa istilah lain yang dekat dengan dunia spektrometri. Misalnya spektroskopi, spektrofotometri, kolorimetri, fotometri, spektrometer, dan lainnya. Dan kita-pun hampir setiap hari bersinggungan dan akrab dengan semua kata tersebut. Namun apa sih yang membedakan mereka?

Spektroskopi. Spektroskopi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara radiasi dan benda sebagai fungsi panjang gelombang.Awalnya spektroskopi hanya mengacu pada pen-dispersi-an cahaya tampak berdasarkan panjang gelombang (misalnya oleh prisma). Untuk selanjutnya konsep ini berkembang untuk menunjuk pada segala bentuk pengukuran kuantitatif sebagai fungsi dari panjang gelombang dan frekuensi, tidak hanya meliputi cahaya tampak. Sehingga istilah ini bisa juga mengacu pada interaksi radiasi partikel atau respon terhadap berbagai range frekuensi. Jadi spektroskopi adalah istilah/nama yang digunakan untuk ilmu (secara teori) yang mempelajari tentang hubungan antara radiasi/energi/sinar (yang memiliki fungsi panjang gelombang, yang biasa di sebut frekuensi) dengan benda. Gabungan respon frekuensi ini disebut sebagai spektrum.

Spektrometri. Spektrometri adalah tehnik yang digunakan untuk mengukur jumlah (konsentrasi) suatu zat berdasarkan spektroskopi. Instrument yang digunakan disebut spektrometer. Jadi ada tiga istilah yang berbeda. Spektroskopi, spektrometri, dan spektrometer. Spektroskopi mengacu pada bidang keilmuan, spektrometri adalah tehnik aplikasi berdasarkan spektroskopi, sedangkan spektrometer adalah alat/instrument yang digunakan dalam tehnik spektrometri.

Beberapa macam metode analisa berdassarkan spektroskopi yang ada saat ini adalah:

Lantas bagaimana dengan spektrofotometri??

Tak jauh berbeda dengan spektrometri, spektrofotometri juga merupakan tehnik pengukuran jumlah zat yang juga berdasar spektroskopi. Hanya saja pada spektrofotometri, lebih spesifik untuk panjang gelombang UV(Ultraviolet)-dekat, visible, dan infra merah. Spektrofotometri dimasukkan ke dalam electromagnetik spectroscopy. Alat yang digunakan dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Alat ini termasuk ke dalam jenis fotometer, suatu alat untuk mengukur intensitas cahaya. Spektrofotometer dapat mengukur intensitas sebagai fungsi dari warna, atau secara lebih khusus, fungsi panjang gelombang.

Sekarang sudah lebih jelas perbedaan antara spektrometri dan spektrofotometri. Itulah sebabnya untuk spektro UV/Vis disebut spektrofotometer UV-Vis, tidak Spektrometer Uv-Vis. Sebetulnya tidak salah juga menggunakan istilah spektrometer untuk Uv-Vis. Namun kurang tepat. kata spektrometer mengandung makna lebih luas ketimbang spektrofotometer.

Kemudian ada lagi yaitu kolorimetri. Kolorimetri adalah tehnik kuantifikasi berdasarkan perbedaan warna. Mirip dengan spektrofotometri, tapi spektra dipersempit hanya pada tristimulus values, dari mana persepsi warna terbentuk. Secara sederhana dapat diasumsikan bahwa kolorimetri adalah pengukuran konsentrasi berdasar perbedaan warna yang tampak oleh mata.


Artikel terkait:


http://en.wikipedia.org/wiki/Spectroscopy

http://www.kimia-lipi.net/

20 comments:

Anonymous said...

saya reti,saya saya ingin bertanya, apakah perbedaan antara spektra dengan sektrum?
terimakasih

wahyu said...

Maaf Reti, baru bales nih.
Setau saya kalo spektra itu bentuk jamak dari spektrum. Jadi spektra merupakan kumpulan spektra-spektra.

Dalam spektroskopi, spektrum merupakan plot intensitas cahaya pada frekuensi yang berbeda.

Semoga membantu.

Anonymous said...

saya Dian,saya ingin bertanya alat Humalizer termasuk spektrofotometer apa? Dan apa prinsip kerjanya? Makasih...

wahyu said...

Sebetulnya Humalyzer menggunakan prinsip yang sama dengan photometer. Yang diukur adalah data Absorbancy dan intensitas cahaya/energi. Humalyzer digunakan pada bidang biokimia untuk mengukur enzym, level obat dalam serum, plasma, urine, atau sample makanan.

semoga membantu..

Rina said...

Saya rina, mo tanya..
Klo minyak bisa diukur pake spektrofotometr uv-vis ga? thx

Anonymous said...

saya lenny,,, antara spektrofotometer UV sama spektrofotometer VIS apa perbedaannya?? yang manakah lebih bagus??..TQ

wahyu said...

@Lenny; Spektro Vis, berdasar sinar visible. Oleh karena itu hanya untuk sample yang berwarna. Apabila sample tidak berwarna, biasanya direaksikan dengan suatu reagent khusus menghasilkan senyawa berwarna yang dapat di'baca' spektro.
Spektro UV, berdasar sinar UV. untuk sample yang menyerap panjang gelombang UV. sample yang tidak berwarna selama dia menyerap sinar UV, maka dapat di 'baca' alat.

Mana yang lebih bagus? masing-masing mempunyai karakterisasi sendiri2. Spektro Vis untuk menganalisis sample berwarna, Spektro UV sample tidak harus berwarna. Keuntungan Spektro UV adalah tidak perlu membuat sample berwarna dengan mereaksikannya denga reagent tertentu.

Namun, umumnya Spektro UV telah dilengkapi dengan sumber sinar Vis. Sehingga selain mampu untuk menganalisis dengan UV, juga mampu secara Visible. Spektro ini biasa disebut Spektro UV-Vis.

Semoga membantu.

Anonymous said...

Mas Wahyu, aku eva... mau tanya bagaimana cara menghitung panjang gelombang maksimal pada suatu senyawa?
Kok bisa ya tiba-tiba suatu senyawa X langsung ada lambda maks.nya Y nm..
Makasih ya Mas...

wahyu said...

@eva: untuk mencari panjang gelombang maksimal dengan membuat kurva hubungan panjang gelombang dan absorbasi. Pajang gelombang maksimal adalah panjang gelombang dimana suatu senyawa menyerap cahaya secara maksimal.

Cara membuat kurva:
Ukur absorbansi suatu senyawa pada berbagai panjang gelombang. misal dari 400-800 nm. Kenaikan tiap 2 nm (optional). Jadi pada 400,402,404,406,..800, absorbansi di ukur. selanjutnya dibuat kurva hub absorbansi dan panjang gelombang. Mana yg memberikan absorbansi paling besar, itulah panjang gelombang maksimal.

semoga membantu.

Anonymous said...

saya mira, mau bertanya..apa kegunaan atau fungsi dr spektometer uv-vis?? mohon dijelaskan secara lengkap..terimakasih..

wahyu said...

penjhelasan secara lengkap tentunya akan sangat panjang. anda seharusnya paham terlebih dahulu prinsip dasar spektro dan hukum Lambert-beer.

Namun secara umum fungsi spektro sbb:

- mengukur konsentrasi suatu zat dalam sample.
- mengetahui jenis suatu zat kimia berdasar spektrum

Anonymous said...

Saya miko mau tanya,,
kenapa parasetamol dapat di tetapkan kadarnya dengan spektro uv vis? Thx

Pemuda Ikhlas said...

Perkenalkan..
panggil saja saya seperti apa yang tercantum disini..
saya komen bukan untuk bertanya tapi cuma mau bilang makasih banyak.
artikel ini saya kutip untuk tugas saya.
maaf gag ijin sebelumnya.
salam kenal.

Anonymous said...

Aslm,
saya mau tanya bagaimana cara ny penetapan kadar vitamin C dalam sediaan injeksi. kira2 metode yg murah,mudah,praktis,dan cepat apa ya? kalu ada juga dengan acuannya. makasih

Anonymous said...

Salam...
Saya Wina..
bisa ga kasih penjelasan ttg spektro portable..
n apa kelebihan spektro portable dengan spektro yg bysa..

trimz

Anonymous said...

keuntungan dan kerugian metode UV? salam, dan terima ksaih

imelda

Anonymous said...

salam ,,,
saya imelda,
mengapa perlu dilakukan penimbangan sampel dengan menghitung bobot rata-rata kapsul? misalnya dalam penetapan kadar kloramfenikol dengan metode UV?

Anonymous said...

salam, saya chandra.
saya sudah punya AAS, perlu kah saya memiliki UV Vis? beda sampel yang di check antara AAS dan UV Vis apa sich?
thanks bgtt.

Anonymous said...

saya hawie mau tanya
salam kenal sebelumnya

bagaimana cara menentukan senyawa dan strukturnya yang belum diketahui dalam suatu sampel menggunakan Uv/Vis

oai satu lagi apakah logam bukan logam transisi tampa dikompleksan dapat ditentuakan menggukan UV?
terima kasih banyak mas....
dtunggu jwabannya ya

Anonymous said...

terima kasih
sangat membantu..