Monday, March 10, 2008

Breatharian: Hidup hanya dengan udara dan cahaya??

Saat ini saya sedang senang untuk mengetahui tentang manusia, khususnya keterbatasan manusia sebagai makhluk hidup yang sangat tergantung pada kegiatan-kegiatan ‘kehidupan’ seperti makan, minum, bernafas, dan kebutuhan-kebutuhan dasar makhluk hidup lainnya. Setelah pada postingan yang lalu saya menulis tentang pentingnya makanan dan air bagi kelangsungan hidup manusia, sekarang saya akan menulis tentang suatu kelompok manusia yang percaya bahwa manusia mampu hidup tanpa makanan dan minuman, hanya cukup dengan udara dan cahaya. Bahkan tidak hanya mempercayainya, tapi lebih dari itu, mempraktekkan keyakinan mereka.

Jika anda mempunyai obat yang sempurna bagi kelaparan dunia, maukah anda menyebarkannya? Sebuah kelompok bernama Breatharians mengklaim mempunyai jawaban bagi masalah yang menjadi dilema tingkat dunia ini dan bagi penyakit yang berhubungan dengan makanan lainnya, jawabannya yaitu berhenti makan. Hanya mengandalkan Prana, istilah sangsekerta untuk ‘udara kehidupan’ atau ‘tenaga kehidupan’. Konsep tentang prana muncul dalam banyak tradisi. Cina, jepang, dan polynesia semuanya mempunyai istilah masing-masing untuk kata ini.

Breatharians percaya bahwa seseorang dapat meninggalkan makanan dan air sama sekali, dan hanya hidup dari prana, yang mereka sebut ‘hidup dalam cahaya’ (living on light) atau ‘hidup dalam udara’ (living on air). Seorang tokoh Breatharian, Jasmuheen, berniat untuk memasyarakatkan gerakan Breatharian ini. Program prana-nya menyarankan para pengikutnya untuk menjadi seorang Breatharian secara bertahap. Menjadi vegetarian, tidak mengkonsumsi daging, hanya makanan pokok, lalu hanya memakan buah, kemudian makanan cair, dan akhirnya hanya mengandalkan prana. Mengganti makanan fisik dengan udara dan cahaya sebagai makanan metafisik.

Berpuasa merupakan aspek spiritual yang penting pada sebagian agama, termasuk Hindu, Kristen, Islam, dan Yahudi. Mahatma Gandhi, seorang pemimpin spiritual dan politik yang terkenal dan juga seorang humanis, mengatakan bahwa puasa adalah suatu ‘doa yang paling benar’. Dia menjalankan puasa selama hidupnya demi alasan agama dan politik. Perbedaan yang utama antara puasa dan Breatharian adalah, puasa punya titik akhir, sedangkan Breatharian adalah berpuasa total sepanjang hidup.

Jasmuheen mengatakan bahwa dia hidup bertahun-tahun tanpa makanan, walaupun dia mengakui terkadang dia memasukkan makanan ke dalam mulutnya karena ingin merasakan rasanya saja. Namun Breathariannisme telah membuat beberapa pengikutnya meninggal. Verity Linn, wanita berumur 49 tahun, ditemukan mati di suatu tempat terpencil di Scotlandia setelah menetapkan untuk menjadi seorang Breatharian. Timo Degen, seorang guru TK, mencoba untuk mengikuti ajaran Breatharian, koma selama empat minggu. Meskipun telah diberi cairan nutrisi melalui infus, namun akhirnya meninggal [Source: The Sunday Times via Rick Ross].

Lani Morris meninggal dengan gejala pneumonia, dehidrasi akut, gagal ginjal, dan efek stroke. Dia dalam bimbingan dua orang Breatharian, Jim dan Eugenia Pesnak [Source: The Australian via Rick Ross]. Morris diisolasi dan diberi jus jeruk selama satu minggu dan dua minggu berikutnya tidak diberikan apa-apa. Dalam buku diary-nya, Morris menulis dia begitu memimpikan makanan. Kondisi Morris semakin lemah, dia tidak dapat menggunakan kakinya, kehilangan kesadaran, dan batuk hingga mengeluarkan cairan hitam lengket. Pesnak menyatakan bahwa mereka tidak tahu kalau Morris menderita sakit serius sampai akhirnya terlambat.

Sebetulnya apakah yang terjadi pada tubuh jika menjadi seoarang Breatharianisme?

Tanpa makanan, tubuh harus mencari cara lain untuk menjaga kadar glucosa. Pertama tubuh akan menggunakan glikogen. Kemudian, beralih ke protein dan lemak. Hati akan merubah asam lemak menjadi produk samping disebut 'keton tubuh' sampai akhirnya terdapat terlalu banyak keton tubuh yang dapat di proses. Lalu tubuh akan berada pada keadaan ketidakseimbangan kimia yang disebut ketosis.

Ini sebenarnya dehidrasi, namun mempunyai efek yang lebih fatal dibanding dehidrasi biasa. Seseorang hanya akan mampu bertahan tanpa air dalam beberapa hari, mungkin dua minggu paling lama. Lamanya waktu secara tepat tergantung dari suhu lingkungan dan keadaan orang itu. Pertama, tubuh akan kehilangan air melalui urin dan keringat. Lalu berkembang menjadi ketosis atau uremia, membentuk racun didalam darah. Akhirnya, organ-organ sistem akan mengalami kegagalan. Tubuh akan mengalami gagal ginjal, dan ketidakseimbangan elektrolit menyebabkan cardiac arrhythmia (detak jantung tak beraturan). Dehidrasi membawa pada seizure, kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Jasmuheen mengatakan jika seseorang belum siap dan tidak mendengarkan suara hati mereka, akan terjadi banyak masalah dalam 21 hari setelah melakukan ’puasa’ Breatharian. Dari mulai penurunan berat badan yang ekstrem, sampai pada kematian [Source: Jasmuheen]. Para ilmuan mengatakan bahwa tubuh manusia tidak dapat bertahan tanpa makanan dan air selama itu, tak peduli apa yang dikatakan oleh suara hati.

Jasmuheen bersedia untuk tampil dan melakkukan aksi Breatharian pada acara tv Australia ’60 Minutes’ untuk membuktikan apa yang dikatakannya tentang ’hidup dalam cahaya’. Setelah 48 jam, tekanan darahnya bertambah dan kelihatan tanda-tanda dehidrasi. Dia menyalahkan gejala ini karena udara yang kotor. Dia lalu dipindahkan ke lokasi yang jauh dari kota dan polusi. Namun kemudian reaksi bicaranya melambat, pupil yang melebar, dan kehilangan berat badan yang berlanjut, akhirnya dokter menyarankan untuk menghentikan eksperimetn tersebut sebelum dia kehilangan lebih jauh fungsi ginjal [Source: Yahoo News via Rick Ross]. Jasmuheen mengatakan bahwa acara ’60 Minutes’ dihentikan karena mereka takut dia (Jasmuheen) akan sukses [Source: Jasmuheen].

Berlawanan dengan bukti ilmiah yang ada, beberapa Breatharian mengatakan mereka hidup sehat tanpa makanan dan air. Wiley Brook mendirikan Breatharian Institute of America dan mengklaim telah menjadi seorang Breatharian selama 30 tahun. Dia muncul dalam acara TV ‘Thats Incredible’ pada tahun 1981 dengan tubuh gemuk dan menyatakan berat badannya naik 1100 pounds. Dalam website pribadinya, dia mengklaim tidak melakukan olahraga dan hanya tidur satu sampai tujuh jam seminggu. Terdengar aneh, namun dia menyarankan untuk mengkonsumsi minuman ringan coke ukuran 1 liter, hanya dalam botol plastik.

Hira Ratan Manek, Breatharian lainnya yang tercatat, mengklaim telah hidup dengan energi matahari dan air sejak 18 Juni 1995. Website-nya menampilkan berbagai hasil studi ilmiah yang mendukung, tapi tentu saja banyak yang masih di pertanyakan.

Lalu sebenarnya dapatkah seseorang bertahan hidup tanpa makan?? Untuk sesaat, Ya. Orang-orang yang diserang wabah kelaparan telah diketahui dapat bertahan hidup berbulan-bulan dengan adanya sedikit air. Meski dengan tubuh yang kurus kering dan bentuk yang menyedihkan.

Tapi dapatkah seseorang bertahan tanpa makan seumur hidupnya? Saya sarankan anda jangan pernah untuk bereksperimen tentang hal ini..


sumber:

  • www.howstuffworks.com
  • www.wikipedia.org
  • www.rickross.com
  • www.http://www.jasmuheen.com

6 comments:

andreavailable said...

Tulisan ini sangat mendidik dan inspiratif! Top, Pak wahyu.

wahyu said...

Makasih atas apresiasinya mas Andre..

salam kenal

Edi Prasetyo said...

KOK BISA ..TANPA EAT KOK HIDUP.....
ENERGINYA GMANA ANDA JELASKAN

Priscillia Dian said...

tubuh manusia sangat sempurna,dan akan bisa beradaptasi sampai terjadi mutasi gen dan sel sel nya. jadi sangat mungkin bila seseorang udararian dan sedikit membutuhkan air untuk minum. tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh mahluk yang namanya manusia... salam damai

Anonymous said...

untuk diet apakah ini bisa di lakukan? bia kah manuia sebulan hidup hanya dengan air saja?

Anonymous said...

Semua laku ada dasarnya...
Sejak dulu leluhur sudah banyak yg mampu bahkan lebih dari sekedar bretharian.