Saturday, January 24, 2009

Wajah dan nasib..

Siapa bilang tampang tak menentukan masa depan? Justru wajah cantik dan elok dapat mempengaruhi anda ke depan. Tidak hanya bagi wanita. Namun juga berlaku untuk para pria.

Keindahan fisik dapat memberikan kesempatan lebih banyak ketimbang seseorang dengan penampilan rata-rata. Kesempatan yang lebih besar dalam mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga yang dapat digunakan dalam meraih cita-cita.

Saya teringat dulu ketika duduk di bangku sekolah dasar. Seorang teman wanita memiliki wajah yang sedap di pandang. Namanya Ira. Penilaian ini tidak subjektif semata, beberapa teman juga mengakuinya. Bahkan ada seorang teman yang saking tergila-gilanya sampai menulis nama mereka berdua di atas meja kelas. Atau teman lainnya yang begitu bahagia bisa mencium bangku bekas tempat Ira duduk. ‘Harum..’ katanya.

Haha.. mungkin anda tidak percaya, namun itu memang terjadi. Ya.. terjadi pada anak SD yang masih bocah dan seharusnya belum mengerti tentang ketertarikan fisik.

Perhatian lebih yang didapat Ira tidak hanya membuatnya populer dikalangan sesama siswa. Namun juga dikalangan para guru. Mereka senang melihat seorang gadis kecil dengan wajah lucu, kulit bersih dan terawat, rambut panjang indah, dan pipi tembam menggemaskan. Hal ini membuatnya medapatkan lebih banyak perhatian dibanding murid lain. Lebih banyak akses dan kesempatan untuk tampil dalam berbagai acara. Misalnya, ketika diadakan pemilihan ketua kelas, kerap ditunjuk guru untuk maju mengerjakan soal, acara pementasan drama saat kenaikan kelas, membaca puisi, dan masih banyak lagi. Dan tentu saja hal tersebut dengan sendirinya memberikan pengalaman berharga bagi Ira. Semua kemudahan itu diperoleh karena dia memiliki wajah yang lebih menarik di banding teman lainnya. Pun demikian ketika di SMP, SMA, sampai bangku kuliah. orang-orang dengan kelebihan fisik selalu mendapat perhatian dan kesempatan yang lebih besar di banding teman lainnya.

Tidak hanya di dunia pendidikan, ini juga berlaku di tingkat lebih lanjut saat bersaing mencari pekerjaan. Saya teringat seorang teman yang mempunyai pengalaman menyeleksi para calon karyawan. Dia mengakui bila para kandidat yang memiliki penampilan menarik mempunyai tambahan nilai tersendiri. Rasa senang melihat penampilan yang apik akan membuka hati dan memberikan kesan yang baik. Kesan pertama yang baik akan memudahkan proses selanjutnya..

Coba sekarang anda bayangkan. Anda diminta memilih dan menyeleksi dua orang yang nantinya akan menjadi rekan kerja anda.

Orang pertama mempunyai wajah yang standard kebanyakan, tidak jelek namun juga tidak terlalu ‘bersinar’. Rata-rata lah.. Sedangkan satunya memilki wajah yang sedap di pandang, simetris, dan senyumannya mampu membuyarkan konsentrasi. Bayangkan Luna maya. Dua-duanya memiliki kemampuan yang seimbang. Saya berani bertaruh, pasti anda akan memilih calon kedua untuk menjadi rekan kerja anda. Atau seandainya dia mempunyai kemampuan sedikit di bawah orang pertama, saya yakin anda masih akan mengusahakan mencari-cari alasan untuk memilih orang kedua. Keterampilan dan skill bisa di pelajari, tapi wajah tidak bisa di ganti, sudah begitu dari sananya. Mungkin demikian pikir anda.

Dalam dunia kerja-pun, penampilan menarik akan mempengaruhi kenaikan jenjang karir. Mereka akan mendapatkan kredit lebih dan kecenderungan memperoleh kemudahan yang lebih besar. Memang sepertinya tidak adil. Namun itu adalah kenyataan yang saya yakin anda juga lihat dalam kehidupan di sekitar. Di sekolah, di kantor, sampai di kendaraan umum. Orang yang mempunyai wajah menarik selalu mendapat perhatian lebih.

Jadi, bersyukurlah anda yang merasa memiliki bentuk fisik yang menarik. Secara tidak langsung anda telah dibantu untuk mendapatkan semua keberhasilan yang akan dan telah anda capai. Dan kalau anda memiliki wajah cantik dan elok namun anda merasa gagal dalam meraih cita-cita, saya hanya bisa mengatakan. ‘Kebangetan..!!’

7 comments:

suryaden said...

wah... sadis mas,
tampang menarik kalo pas puing juga jadi belepotan loh... hahahha

marsudiyanto said...

Tampan dan cantik itu cuman beda dagingnya dowang Mas. Tengkoraknya sama menakutkannya.

wahyu said...

setuju. cantik dan jelek cuma kemasannya aja. dalemannya mah sama. kalo buang angin sama baunya.

Tapi realitanya, wajah kadang membawa kemudahan dan kesempatan lebih..

wisnoe said...

Om, ini pesan yang mau disampaikan apa ya?
Kecewa, pamer, atau ada satu obsesi yang tidak kesampaian terkait kecantikan? :-P
Tapi memang betul. Dulu kami juga pernah guyon kere panjang lebar hingga menyimpulkan bahwa kecantikan adalah fungsi dari kesuksesan atau kekayaan. Kalo sampai ada wanita cantik tidak sukses, berarti emang dia kebangeten.
Bagi kami, kecantikan itu absolut. Meskipun kata orang, cantik adalah relatif, namun siapa berani bilang Luna Maya itu tidak cantik? :-P
Kesimpulan ini sudah terbukti di wajah persinetronan kita yang dipenuhi muka2 menarik.
Jarang sekali muncul muka2 biasa seperti Rahmi B29, Bing Slamet, Bagyo, Mak Wok, dll, atau kalopun ada, persentasenya terhadap jumlah muka2 menarik adalah sangat kecil dibanding jaman dulu.

wahyu said...

Sudah jelas to pesannya. Pesannya adalah saya iri dengan mereka yang appearance-nya menarik.. :)

Sinetron sekarang seleksi ketat mas. Wajah biasa dan pasaran tidak mungkin di pakai. Wajah indo yang paling digemari.

Orang yang cantik dan ganteng. kalau jelek ya jelak sekalian. Yang terakhir itu-pun biasanya cuma untuk bahan tertawaan, bukan aktor beneran..

sawali tuhusetya said...

khusus tampilan perempuan, saya masih sangat menyukai inner beauty-nya, mas wahyu, ketimbang kecantikan wajahnya apalagi kalau wajah polesan, hehe ...

Rie Rie said...

wah...berarti pesan yg ingin disampaikan ini bukan untukku...duh...kebangeten!!