Wednesday, November 19, 2008

Berbagai larutan buffer dan cara pembuatan

Bicara tentang analisa kimia, salah satu hal yang sedikit merepotkan bagi saya adalah buffer. Buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang terdiri dari asam lemah dan garam-nya yang dapat mempertahankan dan menjaga pH. Bidang bioteknologi tidak bisa dipisahkan dari penggunaan larutan ini.

Kebutuhan buffer kadang menyulitkan karena hampir setiap analisa membutuhkan kondisi pH tertentu yang relatif stabil. Karena banyaknya macam dan jenis buffer, pemilihan buffer yang akan digunakan menjadi masalah tersendiri.

Dalam memilih buffer, yang harus diperhatikan adalah pH optimum serta sifat-sifat biologisnya. Banyak jenis buffer yang mempunyai impact terhadap sistem biologis, aktivitas enzim, substrate, atau kofaktor.

Sebagai contoh buffer phosphat akan menghambat aktivitas dari beberapa metabolik enzim termasuk karboksilase, fumarase, dan phosphoglucomutase. Barbiturate menghambat phophorilasi oksidatif. Tris buffer bereaksi dengan amin primer dan memodifikasi transport elektron dan phosphorilasi pada kloroplast. Tris juga menghambat enzim respirasi di mitokondria. Dan masih banyak efek lain yang diberikan buffer. Oleh karena itu pemilihan buffer terkadang menjadi kesulitan yang cukup merepotkan. Oleh karena itu, gunakan konsentrasi buffer serendah mungkin yang masih dapat untuk memaintain pH.

Berikut beberapa macam buffer yang kerap digunakan:


A. GLYCINE–HCL; PH 2.2–3.6, PKA = 2.35

Campur 25 ml 0.2 M glycine dan x ml HCl, kemudian encerkan hingga 100 ml dengan air suling.

x (ml)

pH

22.0

2.2

16.2

2.4

12.1

2.6

8.4

2.8

5.7

3.0

4.1

3.2

3.2

3.4

2.5

3.6


B. SODIUM ACETATE; PH 3.6–5.6, PKA = 4.76

Mencampurkan 0.1N acetic acid dan 0.1N sodium acetate untuk mencapai pH tertentu.

acetic acid

(ml)

sodium acetate (ml)

pH

185

15

3.6

176

24

3.8

164

36

4.0

147

53

4.2

126

74

4.4

102

98

4.6

80

120

4.8

59

141

5.0

42

158

5.2

29

171

5.4

19

181

5.6


C. BUFFERED SALINE (PBS, TBS, TNT, PBT)

Larutan buffer saline sering digunakan ketika melakukan eksperiment yang berhubungan dengan immunolocalization. Ada beberapa variasi dari buffer ini, tiga diantaranya sebagai berikut.

PBS 20x stock



TBS

Potassium chloride

4 g

53.6 mM

Potassium chloride 4 g

NaCl

160 g

274 mM

NaCl 160 g

Potassium phosphate monobasic

4 g

29.4 mM

Tris buffer (10 mM, pH 7.5) to 1 liter

Sodium phosphate dibasic (7•H2O) DI

43.2 g

17.5 mM to 1 liter

Use TBS when performing immunocytochemical




experiments on phosphate-sensitive tissues




(photosynthetic tissues typically)

TNT



PBT

NaCl

150 mM


PBS to vol

Tris buffer (100 mM, pH 7.5)

to 1 liter


Tween 20 1% (v/v)


D. CACODYLATE BUFFER; PH 5.0–7.4, PKA = 6.27

Sodium cacodylate buffer [Na(CH3)2 AsO2 • 3H2O] adalah alternatif dari Sørensen’s phosphate buffer. Mempunyai kapasitas buffer yang baik pada range pH 5.0–7.4. Cacodylate digunakan untuk aplikasi mikroskop elektron sebagai metode untuk menghindari penambahan phosphate saat sample preparasi. Mitochondria dan arganela lainnya dapat rusak jika terkena konsentrasi phosphate berlebih yang terdapat dalam Sørensen’s buffers.

Siapkan 0.2 M sodium cacodylate stock solution dalam air (4.28 g/100 ml). Tambahkan x ml 0.2 N HCL per 100 ml cacodylate stock solution, diikuti denga penambahan air demin sampai volume 400 ml hingga diperoleh 0.05 M cacodylate buffer pada pH yang diinginkan.

0.2 M HCl

pH

94.0

5.0

90.0

5.2

86.0

5.4

78.4

5.6

69.6

5.8

59.2

6.0

47.6

6.2

36.6

6.4

26.6

6.6

18.6

6.8

12.6

7.0

8.4

7.2

5.4

7.4


E. CITRATE BUFFER; PH 3.0–6.2, PKA = 6.40

Citrate buffer stock solutions: A: 0.1 M citric acid; B: 0.1 M sodium citrate. Campurkan kedua larutan dengan perbandingan volume dan encerkan dengan air sampai 100 ml untuk membuat pH yang diinginkan.

0.1 M citric acid

0.1 M sodium citrate

pH

46.5

3.5

3.0

43.7

6.3

3.2

40.0

10.0

3.4

37.0

13.0

3.6

35.0

15.0

3.8

33.0

17.0

4.0

31.5

18.5

4.2

28.0

22.0

4.4

25.5

24.5

4.6

23.0

27.0

4.8

20.5

29.5

5.0

18.0

32.0

5.2

16.0

34.0

5.4

13.7

36.3

5.6

11.8

38.2

5.8

9.5

41.5

6.0

7.2

42.8

6.2


F. SØRENSEN’S PHOSPHATE BUFFER; PH 5.8–8.0, PKA = 7.20

Campur sejumlah tertentu stock solution dan tambahkan air suling untuk mendapatkan 100 ml larutan Sørensen’s phosphate buffer 0.1 M. Ingat, konsentrasi phosphate yang tinnggi dapat bersifat toksik bagi sel tanaman.

Stock solutions:

A 0.2 M NaH2PO4
B
0.2 M Na2HPO4

A (ml)

B (ml)

pH

92.0

8.0

5.8

87.7

12.3

6.0

81.5

18.5

6.2

68.5

31.5

6.5

62.5

37.5

6.6

56.5

43.5

6.7

51.0

49.0

6.8

45.0

55.0

6.9

39.0

61.0

7.0

33.0

67.0

7.1

28.0

72.0

7.2

23.0

77.0

7.3

19.0

81.0

7.4

16.0

84.0

7.5

8.5

91.5

7.8

5.3

94.7

8.0


G. PHOSPHATE–CITRATE BUFFER; PH 2.2–8.0, PKA = 7.20/6.40

Untuk membuat 100 ml larutan buffer phosphat-citrate.

Stock solutions:

0.2 M dibasic sodium phosphate
0.1 M
citric acid

0.2 M Na2HPO4 (ml)

0.1 M citrate (ml)

pH

5.4

44.6

2.6

7.8

42.2

2.8

10.2

39.8

3.0

12.3

37.7

3.2

14.1

35.9

3.4

16.1

33.9

3.6

17.7

32.3

3.8

19.3

30.7

4.0

20.6

29.4

4.2

22.2

27.8

4.4

23.3

26.7

4.6

24.8

25.2

4.8

25.7

24.3

5.0

26.7

23.3

5.2

27.8

22.2

5.4

29.0

21.0

5.6

30.3

19.7

5.8

32.1

17.9

6.0

33.1

16.9

6.2

34.6

15.4

6.4

36.4

13.6

6.6

40.9

9.1

6.8

43.6

6.5

7.0


H. BARBITAL BUFFER; PH 6.8–9.2, PKA = 7.98

Untuk membuat 200 ml larutan buffer. Kedalam 50 ml Sodium barbital 0.2 M, tambahkan x ml 0.2 M HCl. Tambahkan air suling hingga volume 200 ml.

0.2 M HCl (x ml)

pH

1.5

9.2

2.5

9.0

4.0

8.8

6.0

8.6

9.0

8.4

12.7

8.2

17.5

8.0

22.5

7.8

27.5

7.6

32.5

7.4

39.0

7.2

43.0

7.0

45.0

6.8


I. TRIS BUFFERS


Solution

Preparation


Tris, 1 M stock

Tris base DI Dissolve and adjust pH with the following approximate amount of HCl: pH 7.4 pH 7.6 pH 8.0

121.1 g 800 ml;

70 ml, 60 ml, 42 ml

EDTA, 0.5 M

Disodium ethylene diamine tetraacetate Adjust pH to approx. 8.0 and stir until dissolved

186.1 g

SSC, 20x

NaCl NaCitrate DI Adjust pH to 7.0 with NaOH then add DI to 1 liter

175.3 g 88.2 g 800 ml

SSPE, 20x

NaCl NaH2PO4 • H2O EDTA DI Adjust pH to 7.4 with NaOH then add DI to 1 liter

174 g 27.6 g 7.4 g 800 ml

TE

Tris EDTA Adjust pH using Tris stock solution

10 mM 1 mM

STE (TNE)

Tris NaCl EDTA Adjust pH to 8.0 using Tris stock solution

10 mM 100 mM 1 mM

J. GLYCINE– NaOH BUFFER; PH 8.6–10.6, PKA = 9.78

Stock solutions:

0.2 M glycine
0.2 M NaOH

Campur 25 ml glycine stock solution dengan x ml 0.2 M NaOH dan encerkan dengan air suling hingga volume 100 ml.

x ml 0.2 M NaOH

pH

2.0

8.6

3.0

8.8

4.4

9.0

6.0

9.2

8.4

9.4

11.2

9.6

13.6

9.8

19.3

10.4

22.75

10.6


Demikian beberapa buffer yang bisa dijadikan pilihan untuk digunakan. Perlu diingat, bahwa larutan buffer hanya berfungsi untuk mempertahankan pH. Tidak berarti bahwa pH tidak akan berubah. Perubahan dan gangguan yang cukup besar dalam sistem dapat merubah pH meskipun telah ditambahkan buffer ke dalamnya.

Hal ini karena buffer hanya menjaga agar pH tidak terlalu berubah signifikan dengan adanya sedikit perubahan konsentrasi ion hidrogen dalam sistem.

95 comments:

deden™ said...

wah saya selalu kagum dengan orang-orang yang menguasai kimia. mereka selalu berfikir sistematis, aksi-reaksi.

salam kenal, keep in touch
deden™

wisnoe said...

Sebagai orang bukan-kimia, cukuplah buat termehek-mehek tulisan ini :-)
Soale buffernya sendiri belum dijelaskan contoh fungsinya secara praktisi, selain dari analisa kimia.
Tapi dari definisinya yg menyebutkan asam lemah dan garamnya, kok buffer yg awal2 itu pHnya kecil2 ya. Padahal asamnya lemah.
O ya, buffer yg mempunyai impact itu apa sama dengan katalis?

Anonymous said...

mwu nanyaa
klw crra bikin pH 11 gimana
bahann bahann.y app ajj ?

wahyu said...

buffer pH 11 dapat dibuat dengan menggunakan Na2CO3 yang ditambahkan NaOH sampai tercapai pH 11.

Atau bisa juga dengan NaH2PO4, adjust pH 11 juga dengan penambahan NaOH.

Konsentrasi larutan dan jumlah, tergantung keperluan.

Semoga membantu.

Toba said...

wah ini yang saya cari. Seneng tapi bingung.
Pertama, saya piara akuarium laut, ph air sekarang 7,6 pengen naikin dan maintain ke 8-8,5. Bagaimana caranya? dan gimana bilangnya waktu beli di toko kimia?
many many thanks dan salam kenal :)

wahyu said...

untuk naikkan pH air bisa digunakan sodium bikarbonat (baking soda), kapur, kalsium hidroksida, dll. Tapi saran saya kalo untuk akuarium air laut gunakan kalsium hidroksida, biasa dikenal dengan nama kalkwasser. kalsiumnya bisa untuk nutrisi terumbu karang hias.

Bilang aja ke toko kimia mau beli kalsium hidroksida.

semoga membantu.

Toba said...

terima kasih jawabannya pak. bung wahyu tanya lagi, saya pernah dengar di salah satu obrolan forum hobiis, bahwa kapur mengandung phospat, yang mana dapat menimbulkan lumut di akuarium. Yang saya mau tanyakan:
- apa betul kapur tulis mengandung phospat?
- apa saja sebetulnya komposisi zat dalam kapur tulis?
- bisakah proses oven menghilangkan phospat dalam serbuk kapur tulis?

wahyu said...

kandungan phosphate dalam perairan memang dapat meningkatkan pertumbuhan lumut dan algae. Namun kalau apakah kapur tulis mengandung phosphate saya terus terang belum tahu pasti karena saya tidak mengerti teknologi pembuatan kapur tulis.

Yang pasti kandungan utama dari kapur tulis adalah calcium sulphate (bukan phosphate). Kapur tulis dibuat dari bahan dasar calcium sulphat dan garam dihydrat-nya, gypsum (wikipedia).

apabila betul dalam kapur tulis mengandung phosphate, pemanasan tidak dapat menghilangkan residu phosphate, termasuk proses oven.

Demikian, semoga membantu.

Anonymous said...

mas wahyu salam kenal,nama saya Rudy, mau nanya ini:ada tulisan spt ini 20mM sodium phosphate Buffer with 6.7mM SodiumChlodire, pH 6.9 at 20oC, buat dalam 100ml atur pH 6.9 dengan 1M NaOH, bgmn maksudnya dan gimana cara buatnya??..bingung nih..thanks berat sekali

wahyu said...

maksudnya: membuat larutan sebanyak 100 ml yang di dalamnya terdapat sodium phosphat 20 mM, sodium chloride 6.7 mM. Kemudian pH di atur menjadi 6.9 dengan penambahan NaOH 1 M.

Cara buat:
0.236 gram sodium phosphate + 0.0392 gram NaCl dilarutkan dengan 50 ml aquadest dalam beaker 100 ml, lalu di atur pH dg penambahan NaOH 1 M sampai tercapai pH 6.9
Setelah itu larutan di pindah ke labu ukur 100 ml dan diimpitkan dengan aquadest sampai tepat 100 ml.

Nb; mungkin 'at 200 C..' maksudnya 20 derajat celcius. Jadi semuanya dilakukan pada suhu tersebut.

Semoga membantu.

Anonymous said...

mas wahyu slm kenal, saya tiea. saya termasuk orang yang suka bingung kl disuruh membuat buffer,,kebetulan saya sedang mencari komposisi dan cara pembuatan larutan buffer fosfat yang mengandung Na-EDTA,,mohon bantuannya ya..mks

Anonymous said...

mas wahyu mohon dijawab segera,,mks,,dari tiea

wahyu said...

Tiea: maaf, baru menengok blog ini sekarang. jadi baru tau kalau ada pertanyaan.

memang ada beberapa buffer yang ditambahkan EDTA, termasuk buffer phosphate. Salah satunya yang biasa digunakan adalah buffer Tris phosphate EDTA.

Tolong lebih diperjelas lagi ingin membuat buffer dengan konsentrasi berapa dan pH berapa agar saya bisa lebih detail menjelaskan cara pembuatan..

Anonymous said...

tiea: larutan buffer fosfat mengandung Na-EDTA pada pH 2 dan konsentrasinya kalau tidak salah o,2 M,,mks

Anonymous said...

tiea: mav mas klo cara pembuatan lar. buffer phosphat mengandung Na-EDTA pH 2 gimana ya? mav mas pertanyaan yang sama saya kemarin belum dijawab,,saya mengharap jawabannya,,mks sblumnya..

wahyu said...

Tiea, maaf baru saya jawab.

Untuk membuat buffer Phosphat yang mengandung EDTA sbb:

Larutkan,
a. 175.3 g NaCl
b. 27.6 g NaH2PO4.H2O
c. 7.4 g EDTA
dengan 800 ml aquadest ke dalam beaker glass 1 L. Adjust pH yang diinginkan dengan asam phosphat. Pindahkan ke dalam labu ukur 1 L dan adjust volume dengan aquadest.

Semoga membantu.

Anonymous said...

tiea: makasih bgt mas wahyu bwt jawabannya.^_^

Anonymous said...

salam kenal mas wahyu...saya kiki....
saya mau tanya...
1. gimana cara buat bufer pH 11,83-13???
tolong djelaskan scr spesifik dan scr kuantitatif...

2.apakah kl qt buat buffer,bahan2na hrs p.a apa boleh yg teknis....N pelarutna seperti apa???(aquadest,bidest,aquademin or dll...???),kl aquadest dgnt dg air ac,bs pa tidak...???

3.lalu...seberapa bnyk buffer yg perlu qt tambhkan k dalam suatu larutan yg akan dtambhkn buffer,jika larutan yg tersedia 1L

thx...atas jwbnna

wahyu said...

Kiki,

1. Glycin NaoH bisa digunakan. Adjust dg NaOH hingga pH yang diinginkan. Lihat artikel di atas.

2. Untuk bahan2 tergantung tujuan penggunaan bufffer itu sendiri. Kalau untuk tujuan analisis yang memerlukan tingkat ketelitian tinggi, maka bahan yang digunakan harus p.a (pro analis) dan pelarut biasanya bidest. Sedangkan bila bukan untuk analisis dan tidak memerlukan ketelitian, maka bahan teknis tidak apa2. Bahkan untuk perikanan batu kapur sudah bisa digunakan. Aquadest diganti air AC tidak dianjurkan. namun kalau untuk praktikum akademik, air AC bisa digunakan karena lebih murah.

3. Biasanya konsentrasi buffer dalam suatu larutan 0.01 - 0.1 M. Jadi tergantung dari konsentrasi buffer awal. Hitung berapa larutan buffer yg ditambahkan sehingga larutan akhir yang 1 L mempunyai konsentrasi antar 0.01 - 0.1 M (tergantung keperluan).

Semoga membantu.

Anonymous said...

mas wahyu,saya msh bingung dg point 3 ttg konsentrasi awal buffer....

kalo dliat dari artikel yg mas sarankan,kan konsentrasi glycin dan NaOH sama2 0,2M...
berarti konsentrasi buffer yg akan sy buat(sesuai dg artikel mas wahyu) 0,2M juga bukan....????

thx...
-kiki-

wahyu said...

Memang tidak ada aturan baku tentang penggunaan konsentrasi buffer. Tapi biasanya saya menggunakan antara 0.01-0.1 M.

Sebetulnya saya juga kurang paham dg pertanyaan no 3. Saya menangkap bahwa Kiki bertanya berapa banyak buffer yg ditambahkan ke dalam larutan 1 L. Misalnya kita memiliki buffer glycin-NaOH 0.2 M. Karena umumnya pada larutan konsentrasi buffer 0.1 M, maka buffer glycin-NaOH yg ditambahkan adalah 500 mL, kemudian encerkan samapi 1 L. Apakah seperti itu maksud Kiki?

Ya. Buffer glycin-NaOH akan 0.2 M seperti artikel.

Anonymous said...

maaf kl pertanyaan saya ngbingungin...
jd,begini....

saya punya larutan x sebanyak 1L,dimana larutan tsb membutuhkan buffer tuk jaga pH larutan x tuk beberapa hari....
yg sy tanyakan,seberapa bnyk volume buffer yg hrs dtmbhkan k dalam larutan x?(berapakh perbandinganna volumenya)....

misalna: tuk 1L larutn sampel butuh 250 mL buffer...shg perbndgn volume sampel dg buffer 4:1,
sprt itu yg sy tanyakan...

thx...
smoga ga bikin bingung lg....

wahyu said...

hmm.. berarti saya tidak salah tangkap.

Seperti yang sudah saya katakan, untuk menjaga pH, konsentrasi buffer dalam larutan biasanya cukup 0.01 - 0.1 M. Sebetulnya tidak ada batasan baku konsentrasi buffer. Namun kalau terlalu tinggi kurang baik juga bila terlalu rendah. 0.1 M sudah cukup.

Apabila anda punya larutan sebanyak 1 liter, dan larutan buffer (katakanlah konsentrasinya 0.2 M). Maka anda tambahkan 600 mL larutan buffer ke dalam 1 L larutan sehingga konsentrasi akhir buffer dalam larutan adalah 0.075 M (masih di dalam range 0.01 - 0.1 M).

Biasanya kalau kasusnya seperti yg anda katakan, di buat larutan buffer stock dg konsentrasi yang tinggi. Sehingga penambahan buffer ke dalam larutan lebih sedikit.

Semoga membantu.

Anonymous said...

mas klo harga potensial reduksi asam askorbat berapa?? mks

Anonymous said...

mas klo harga potensial reduksi asam askorbat berapa??mks

Anonymous said...

pak...maw nanya..
kalo kita milih buffer tuh berdasarkan apanya ya??
trus bedanya bufferr phospat sama buffer asetat apa??
ditunggu jawabannya ya...
mksh

Wahyu Riyadi said...

beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih buffer adalah:

- Range pH yang diinginkan
- Tujuan penggunaan buffer
- Interaksi buffer dengan senyawa analat (mengganggu analisa tidak)
- Kemudahaan ketersediaan buffer

buffer phosphate berbeda dengan buffer asetate pada jenis senyawa (garam) yang digunakan. Buffer phosphate menggunakan garam phosphate dan asamnya, sedangkan buffer asetate menggunakan garam asetate dan asamnya. Range pH keduanya juga berbeda. Phosphate range pHnya lebih tinggi (6-8), Asetate lebih rendah (3-5).

Demikian semoga membantu.

Anonymous said...

mas wahyu, salam kenal yah.. saya ingin membuat buffer pH 5-8 untuk menganalisa aktivitas antioksidan pada rumput laut. Menurut mas, buffer apa yang harusa saya pilih dan bagaimana cara pembuatannya mas??? trima kasih...

wahyu said...

Salam kenal juga Mr Anonymus (ideal berkenalan bukannya saling menyebutkan nama ya..? hehe..)

Bila yg diinginkan pH 5-8, maka saudara bisa menggunakan buffer phosphate. cara pembuatan bisa di lihat di artikel di atas.

Semoga membantu..

Anonymous said...

Terima kasih mas Wahyu atas sarannya... mmm.. saya mau tanya lagi mas apakah bila saya menggunakan buffer phosphate tidak mengganggu sampel saya (antioksidan)??? trima kasih mas Wahyu.. Nama saya Alice mas... :)

Anonymous said...

lam knl ya mas..
mas,pa latar belakang dari buffer phospate??
bgmn hasil dalam pembuatan buffer phospate stok,jlskn???
d'tunggu ya jwbnx mas...

siti nurhasanah said...

tolong dicantumkan cara kerjanya/prosedur

Anonymous said...

mas, saya mau tanya bagaimana cara mengatur pH sampel saya?? apakah dengan menggunakan NaOH dan HCl atau dapat menggunakan buffer?? trima kasih mas... ditunggu jawabannya..

Anonymous said...

mas lam knal ....
sy mau tanya
bagmn cara ningkatin kemampuan buffer tanah?

trus kkmungkinan kmampuan buffer tanah di pgunungan, daerah pantai yg berkarangsama halaman rumah?

dtunggu jwbnnya makash sblumnya n_n

wahyu said...

all
maaf lama saya tidak menjawab pertanyaan karena kesibukan pekerjaan.

Allice, setahu saya buffer phosphate selama konsentrasinya tidak terlampau besar tidak mengganggu antioksidan.

Untuk mengatur pH sampel bisa digunakan HCl (untuk mengurangi pH), atau bisa NaOH (untuk menaikkan pH), sementara buffer untuk menjaga dan membuat pH tidak mudah berubah.

Untuk meningkatkan buffer tanah bisa digunakan batu kapur atau gamping. Tiap daerah memang mempunyai kapasitas buffer tanah yang berbeda. Tanah yang mengandung banyak mineral umumnya mempunyai kapasitas buffer yang baik. Antara tanah pegunungan, pantai dan halaman rumah kemungkinan lebih baik pegunungan dan halam rumah (tergantung daerah mana).

Semoga membantu

Anonymous said...

Mas Wahyu,

Apakah setiap pembuatan buffer harus disterilisasi?
Saya pernah membuat buffer kemudian disterilisasi dengan autoclave, setelah saya cek pHnya menjadi turun.
Di tempat saya larutan buffer yang sering saya buat adalah Buffer Karbonat-Bikarbonat pH 9.6 dan Buffer Fosfat-Sitrat pH 4.2
Apakah sebenarnya buffer2 tersebut boleh disterilisasi? Bagaimana mengakali pH yang turun setelah sterilisasi autoclave?
Mohon bantuannya, terima kasih.

Nono
Bandung

wahyu said...

Tidak semua buffer harus di sterilisasi. tergantung keperluan.
namun kalau memang harus melakukan sterilisasi dan proses tersebut mengakibatkan perubahan pH. Coba lakukan cara berikut:

Sebelum membuat buffer, pelarut (aquadest) yang akan digunakan terlebih dulu di sterilisasi. Dan saat proses pembuatan buffer, lakukan di dalam laminar dan gunakan perlatan yang telah steril.

semoga membantu.

agus madiun said...

mas wahyu bagaimana cara yang paling mudah untuk membuat larutan buffer fosfat dengan pH 7,2 tolong dong....

wahyu said...

Campurkan 28.0 ml NaH2PO4 0.1 M dan 72.0 ml Na2HPO4 0.1 M.

Akan diperoleh buffer PO4 pH 7,2 sebanyak 100 ml.

Semoga membantu

fenty said...

mas,tolong direview kelebihan dan kekurangan TE buffer vs ddH2O dalam preservasi ekstrak DNA.. trus ddH2O itu kandungannya apa aja?.. ada review tentang preservasi sampel dengan berbagai konsentrasi ethanol gak? thanks bgt ya.. fenty

Anonymous said...

salam kenal mas....
nama saya dhani.....
saya lg ada kesulitan dengan buffer untuk penelitian saya.....
bagaimana cara membuat Na-K phospat buffer (M/30,pH 6,8)
mohon bantuan'y n terima kasih....

Anonymous said...

salam kenal pak wahyu, saya putri..
saya pernah membaca di laporan penelitian minyak akar wangi,jika penggunaan buffer fosfat dapat meningkatkan rendemen minyak yg dihasilkan..
dalam proses distilasi, akar wangi tersebut direndam dengan buffer fosfat sebagai pengganti air..
sebenarnya apa peran dari buffer fosfat ini dalam proses distilasi minyak akar wangi?

terima kasih..

dildil said...

salam kenal,,
mas aq mau tanya,,
buku atau sumber lain yang menjelaskan soal buffer ada ga? kl ada judul bukunya apa n pengarangnya siapa?

thx y mas...

Anonymous said...

bung,, mau nanya klo buat Buffer phospat Na2HPO4 n NaH2PO4 boleh diganti pake K2HPO4 dan KH2PO4 ga???

Anonymous said...

bung,, mau nanya klo buat Buffer phospat Na2HPO4 n NaH2PO4 boleh diganti pake K2HPO4 dan KH2PO4 ga???

Anonymous said...

ass, maaf amas saya masih kurang jelas dengan pembuatan buffer phosfat. Saya ingin membuat buffer fosfat 0,05 M pH 7.00 sebanyak 1 L. Yang saya lakukan adalah meninbang sebanyak 7,098 g Na2HPo4 dan 6,899 g NaH2PO4 kemudian saya campurkan langsung ke dua bahan tersebut dan dilarutkan dengan akuades 800 mL di cek pH ternyata sudah 6,9 jadi langsung saya tera larutan tersebut menjadi 1 L.Pertanyaannya apakah cara saya itu benar, krna kalau melihat tulisan anda>masing-masing dl dilarutkan kemudian dicampurkan dengan perbandingan tertentu. Dari mana dapat perbandingan itu, apa ada penelitian sebelumnya? adakah aturan bagaimana perbandingannya?tmk

wahyu said...

sebetulnya banyak cara dalam membuat buffer. cara seperti yang anda lakukan juga bisa.

kalau cara yang seperti saya sampaikan di atas, itu untuk mempermudah dalam membuat buffer dengan berbagai pH.

Jadi saya membuat lebih dulu stock larutan dari masing2 secara terpisah. jika ingin membuat buffer tinggal dicampurkan dg perbandingan tertentu sesuai pH yang dinginkan.

Perbandingan yang saya gunakan di artikel ini, sebetulnya sudah sangat umum di pakai oleh para praktisi. Perbandingan tersebut juga memeudahkan dalam membuat buffer. tinggal campurkan sesuai perbandingannya dan sbanyak yang dibutuhkan, lalu cek PH. biasanya pH sudah langsung tidak jauh dengan yang diinginkan, tinggal adjust sedikit saja untuk mencapai pH yang diinginkan.

Anonymous said...

mas, klo mau buat buffer fosfat 50 mM, pH 7.5 bagaimana? makasih sebelumnya

Anonymous said...

mas,klo mau buat larutan dapar fosfat pH 7 pake kalium dihidrogen fosfat + NaOH caranya gmna mas?
tengs bifor ya...

Anonymous said...

Salam kenal mas, saya ingin menanyakan tentang fungsi buffer.
Buffer kan setau saya berfungsi untuk menjaga pH larutan supaya tidak gampang berubah. Nah, misalnya saya pake buffer citrate pH 4 di minuman, ternyata pH minuman itu sendiri tidak 4, dengan kondisi itu, apakah buffer sitratnya msh bs berfungsi sbg penyangga atau tidak? jika saya memang hrs meng-adjust pH minuman jd 4 supaya buffernya efektif, saya mesti menggunakan Food Grade HCL atau bisa dengan menambah jlh asam sitrat?
Mhon bantuannya mas, thanks,

Diah

Anonymous said...

Oh ya mas,,,
Buffer sitrat bisa tidak dibuat dengan menggunakan pasangan asam sitrat dan trisodium sitrat?
soalnya saya terpaksa menggunakan itu krn tidak punya sodium sitrat.
Kalo bisa, perbandingan volumenya sama gak dengan yg pke sodium sitrat? Klo gk sama, saya tlng diksh tau perbandingan buffernya.
Mohon penjelasannya mas, thanks,

Diah

Anonymous said...

salam kenal mas,saya ingin bertanya
bagaimana membuat buffer asetat 0,2M pH4,5
makasi atas perhatian nya..

Anonymous said...

salam kenal,,
tolong jelaskan kapasitas buffer fosfat dan asetat..trims

Anonymous said...

Assalamu'alaikum,

Salam kenal mas, nama saya Ahmad mau numpang tanya.
ada gak larutan buffer pH 11-13 yang food grade yang bisa dipakai dalam pengolahan makanan dan dibolehkan oleh standar internasional?
Klo ada bisa bantu cara pembuatannya?

Terimakasih,
Ahmad-Bogor

Anonymous said...

mas,kalo beli kalium phospat monobasa itu dimana ya?? ko saya cari-cari di toko yang jual bahan baku tu katanya harus indend 2 bulan mpe 3 bulan..dan harganya sangat mahal sekali!
apa itu benaar??

wahyu said...

kalo yang grade pure analisa untuk keperluan lab memang mahal, namun kalo yang grade teknis, saya rasa murah. dan biasa dijual karungan.

Anonymous said...

Mas, pertanyaan saya 27 Des 2010 kok belum dijawab?
Gimana mas? Makasih
Ahmad-Bogor

wahyu said...

mas Ahmad,

Ada buffer food grade. Membuatnya seperti buffer biasa, hanya dari bahan2 food grade. beberapa contoh buffer food grade:
SDA, Sodium Di Acetate.
Tricalcium phosphate.
dll.

Klo tempat yang jual saya kurang tau. coba aja tanya ke toko bahan kimia.

nino said...

Aslm. Mas mau tanya.. Kalau mau membuat PBF 4% gmana ya? klo pH yg mw dibuat 7,4 berarti tinggal adjust aja ya?
sangat dibutuhkan bantuannya, Jazakumullah..

Anonymous said...

maaf, saya mau bertanya nama saya budi saya mau membuat buffer kalsium asetat 25mM dengan kebutuhan 8000 ml gimana cara membuatnya dan apa saja komponen bahan kimia yang harus saya buat.thanx.

Anonymous said...

Saya Meilisa..
Mau bertanya, bagaimana caranya membuat formalin buffer fosfat ph 6-7....
Terima Kasih....

Efendy manan said...

Assalamualaikum mas wahyu,
Saya Efendy dari pasuruan,mau tanya :
1.Apakah buffer k2hpo4 tidak berbahaya pada perbanyakan coryne bakteri?Saya ingin memperbanyak bakteri dengan optimal dengan ph 6,6-7.bagaimana caranya?
Nuwun,
Efendy

Anonymous said...

Saya Diah,
Mau tanya, klo untuk buffer phosphate, saya bisa tidak membuatnya dr phosphoric acid + dipotassium phosphate? Ato dipotassium phosphate sendiri sudah bs berfungsi sebagai buffer?
Thanks

wahyu said...

Diah: Biasanya buffer phosphat dibuat dg campuran K2HPO4 dan KH2PO4. komposisinya tergantung pH berapa yang diinginkan.

kalau hanya K2HPO4 saja saya rasa juga bisa.

wahyu said...

Efendy; saya rasa tidak berbahaya. asal jangan terlalu tinggi konsentrasinya.

Anonymous said...

Terimakasih atas jawabannya pak,itu artinya klo saya hanya pakai dipotassium phosphate, dia sdh bs berfungsi sbgai buffer walaupun tidak ada pasangannya sebagai asam lemahnya?
Klo dipotassium phosphate dengan sodium tripoliphsphate bisa tidak untuk membuat buffer phosphate?
Thanks
Dyah

Anonymous said...

mas bagaimana membuat buffer ph kolam biar jadi 7.4

Anonymous said...

bagaimana cara membuat larutan Dapar Formiat 20 mM 3,0?
mohon bantuannya

Anonymous said...

bagaimana cara pembuatan buffer fosfat (25mM,pH 2.5) ????

Anonymous said...

apakah bisa buffer apapun digunakan untuk sampel apapun atau harus sesuai dengan zat sampel??

hendro said...

pak wahyu, saya mau tanya: bagaimana cara validasi metode uji pH air, mohon cara dan prosedurnya, terimakasih.

Anonymous said...

kalau buffer asam borat sama na tetra borat untuk tetes mata ph 7,4 kira2 brapa y perbandingannya?

Anonymous said...

Aslm. mas boleh tau buku refernsinya? atau ada gak literatur lain yang memuat dasar2 buffer ini? thx Wslm.
Tami-depok

Anonymous said...

salam kenal saya mau tanya bagaimana cara membuat buffer asam sitrat dengan pH 5-6,,?

Anonymous said...

Salam kenal Mas Wahyu, saya chelin mau tanya bagaimana cara menetralkan carbolic acid...? terima kasih mas..

Anonymous said...

salam kenal sma mw tanya cara buat dapar asam sitrat gmn??sya ingi bwt sbnyk 1 liter ,cra perhitungan ya gmn ya??
meiga_jakarta

Anonymous said...

cara bwt dapar asam sitrat gmn???tolong jelaskan secara rinci??dan literatur ya dr mana??terima kasih

rientiek hoedjan said...

gooos

rientiek hoedjan said...

good maksud sayaaaa,,,heheehe...

pak,,saya mau tanya,,,itungan perbandingan buffer sitrat di atas itu gimana c?/
toloong diajariin...ehehehehe

pak,,selain blog ini ada akun lain yang bisa saya hubungi ga?

Anonymous said...

assalamualaikum wr. wb
mas wahyu mw nanya
1.Bagaimana cara membuat larutan buffer PH 6.5 (fosfatase asam)
2.Apakah cara pembuatan larutan buffer PH 6.5 (fosfatase asam)sama dengan metode mas diatas, Sorensen's phosphate buffer?

Mohon jawaban nya segera
Terimakasih

Anonymous said...

maaf, boleh bertanya? sumber kamu nulis ini darimana ya?

buffer yang pH nya 7,4-7,6 kan buffer fosfat yang pake na2hpo4 sama nah2po4, perhitungan ml nya tau drmn ya? mksh

Kevin Amarta said...

Asmakm mas,
saya kevin mahasiswa farmasi,
saya mau membuat dapar fosfat 15 mM dapar fosfat pH 6.2
bagaimana ya membuatnya? terimakasih...mohon bantuannya...

Kevin Amarta said...
This comment has been removed by the author.
Kevin Amarta said...
This comment has been removed by the author.
bim2 said...

mmw tanya nih mas. klo buat buffer potasium fosfat pH 7 gimana caranya yh? butuh bgd nh. makasih

Andri Wijayanto said...
This comment has been removed by the author.
Andri Wijayanto said...

Untuk membuat buffer Sorensen pH 7 100 mL kan tinggal tambah 39 mL monobasic + 61 mL dibasic.

Kalo mau buat yang 1 liter berarti:
(39 mLx10 monobasic) + (61 mLx10 dibasic)
= 390 mL monobasic + 610 mL dibasic

Begitu bukan ya mas Wahyu Riyadi?

Anonymous said...

Mohon penerangan pak.
untuk membuat permen, tertulis di resep Buffer sitrat, itu berguna untuk apa?bagaimana cara membuatnya?

ica said...

Salam
Q ica
mau berty klo dlm pembuatn larutn dpar fosfat pH 7,4 ditmbhkn SLS (na. Lauril sulfat) 2,5 %
kegunaan SLS,y untk apa?

Anonymous said...

cara membuat buffer phospat pH 8 dan 9 gimana ? makasih ..

You Would Be See said...

salam pak, saya butuh cara pembuatan buffer fosfat 0,05 M pH 8, untuk kebutuhan pengukuran aktivitas lipase, mohon bantuannya pak.

Anonymous said...

salam kenal mas, saya Taus mau tanya cara membuat larutan buffer Na fosfat 0,2 M yg mempunyai pH 5,8-7,7. bahan2: Na fosfat monobasis NaH2PO4.H2O:27gram.
Na fosfat dibasis Na2HPO4.7H2O:53,6 gram.
aiur suling.
mohon bantuannya, trimakasih sbelumnya.

Aprillia Apriel said...

mas,kalau boleh tau cara pembuatan BUFFER SITRAT ssuai yang dijelaskan di atas itu sumber literaturnya dari mana ya?
krna sya prlu mnmbhkan smber literaturnya utk mlngkpi TA.

makasih atas bantuannya..

slamet nugraha said...

mas wahyu salam kenal,nama sayah slamet. begini mas saya sedang membuat ekstrak daun bayam duri.
dibutuhkan:
1. larutan stok buffer phosfat ph 7.0 (bilangnya apa klo mo beli?)
2.KH2PO4 (nama umumnya apa di tk kimia?)
3.Na2HPO4.2H2O (nama umumnya apa klo mo bli di tk kimia)
4. Carborundum 600 mesh (nama umumnya apa?)
terimaksih mas

sagita said...

Mas wahyu saya mau tanya dong.
Gimana cara buat buffer pH 7 ??

Tolong di jawab secepatnya yaa