Monday, November 10, 2008

Bung Tomo dan Dr Soetomo. Samakah??

Hari ini adalah hari pahlawan. Salah satu yang baru dinobatkan sebagai pahlawan nasional adalah Bung Tomo. Bicara tentang Bung Tomo, saya teringat akan pidatonya yang luar biasa yang telah membangkitkan semangat para arek-arek surabaya untuk mempertahankan kota tersebut. Tadi pagi saya mendengar pidatonya ini diputar di salah satu radio swasta. Wuaah.. terharu saya.

Saya membayangkan bagaimana perasaan rakyat saat itu. Saat dimana rakyat Surabaya mendapat ultimatum. Dipaksa menyerahkan semua senjata sambil membawa bendera putih tanda menyerah. Saat itu, saat rakyat bingung, panik, takut, bahkan banyak yang sudah pergi mengungsi meninggalkan Surabaya, saat itulah Bung Tomo menyampaikan pidatonya yang terkenal. Berikut sepenggal pidato beliau yang berapi-api.

“Saudara - saudara… kita pemuda-pemuda…rakyat Indonesia disuruh datang membawa senjata kita kepada Inggris dengan membawa bendera putih, tanda bahwa kita menyerah dan takluk kepada Inggris. Inilah jawaban kita, jawaban pemuda-pemuda…rakyat Indonesia: Hai Inggris, selama banteng-banteng, pemuda-pemuda Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih…selama itu kita tidak akan menyerah. Teman-temanku seperjuangan… terutama pemuda-pemuda Indonesia, kita terus berjuang, kita usir kaum penjajah dari bumi kita Indonesia yang kita cintai ini…Sudah lama kita menderita, diperas, diinjak-injak. Sekarang adalah saatnya kita rebut kemerdekaan kita. Kita bersemboyan: KITA MERDEKA ATAU MATI. ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…MERDEKA!"

Mandengar kalimat diatas, yang langsung keluar dari mulut Bung Tomo sendiri membuat darah saya bergejolak. Merinding. Kalau saya saja yang hidup dimasa sekarang bisa begitu terharu dan bangkit rasa nasionalisme. Apalagi mereka di masa itu. Memang luar biasa. Suaranya mantap, tegas, intonasi kuat, menginduksikan semangat membara. Silahkan dengarkan rekaman pidato Bung Tomo di sini. Atau di sini. Rasakan getaran semangat yang terpancar. Tak hanya Bung Tomo, hampir semua tokoh perjuangan jaman dulu memang sangat piawai berorasi.

Tahukah anda siapa nama asli dari Bung Tomo. Ya benar. Sutomo. Tapi berbeda lho dengan Dr Soetomo. Memang ada beberapa orang yang menganggap Bung Tomo itu sama dengan Dr Soetomo pendiri Budi Oetomo. Tapi sesungguhnya berbeda. Bahkan hidup pada zaman yang berbeda. Beda generasi.

Dr Soetomo adalah pahlawan sebelum kemerdekaan. Bahkan pada masa awal pergerakan perjuangan kemerdekaan. Beliau lahir di Ngepeh, Nganjuk, pada tanggal 30 Juli 1888 dan wafat pada tanggal 30 Mei 1938. Sedangkan Bung Tomo yang nama aslinya Sutomo lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920 dan wafat di Padang arafah, Mekkah, pada tanggal 7 Oktober 1981 saat sedang menunaikan ibadah haji.

Ternyata Bung Tomo belum terlalu lama ya meninggalkan kita. Baru kemaren pada tahun 1981. Tapi sudah lama juga. Sudah 27 tahun. Saya saja baru lahir. :)

Bung Tomo adalah pahlawan. Pahlawan rakyat Indonesia. Dia bukan pahlawan bagi negara lain. Karena beliau hanya berjasa bagi Indonesia, hanya menguntungkan bagi Indonesia. Keuntungan hanya diperoleh oleh kita. Maka kita mengakuinya sebagai pahlawan. Pengakuan pahlawan hanya terlokalisasi di sini saja.

Ini berarti sifat kepahlawan sangat relatif dan bias. Pahlawan bagi saya belum tentu pahlawan bagi anda. Bahkan seorang pahlawan bisa juga sekaligus seorang perusuh atau penjahat bagi orang lain. Bagaimana bisa pahlawan sekaligus penjahat? Dua-duanya jelas berbeda dan bertolak belakang. Ya bisa saja. Hal inikan karena sifat relatifisme dari pahlawan.

Kasus yang mungil.
Jika saya berhasil menyelamatkan seorang gadis cantik dari pencopetan. Maka si gadis menganggap saya seorang pahlawan. Dan mungkin saja sebagai rasa terima kasih, saya diminta untuk jadi suaminya. (mimpi). Tapi sebaliknya, bagi si pencopet, saya ini justru biang kerok. Sumber masalah. Penyebab kegagalan. Karena saya, dia jadi tidak bisa mendapat penghasilan. Tidak bisa membeli beras untuk istri dan tiga anaknya. Begitu sebalnya dia sampai ingin memukul, mem-bejek-bejek, mencincang, melumat, dan memutilasi kemudian mencicipi lezatnya mayat saya. (wuahh.. hiperbola sekali mass. Biarin..!)

Meskipun bias dan relatif, tetap saja ada persyaratan wajib untuk menjadi seorang hero. Pekerja keras, pantang menyerah, ulet, mempunyai prinsip yang kuat (terlepas dari benar atau salah prinsip yang dipegangnya), dan rela berkorban.

Sifat-sifat ini dapat dijadikan contoh yang baik. Dan jika diamalkan, siapa tau 50 tahun kemudian anda dinobatkan sebagai pahlawan bagi bangsa ini. Kalau saya sih, tidak muluk-muluk, cukup jadi pahlawan bagi keluarga saya saja. Syukur-syukur bagi lingkungan sekitar. Tapi yang jelas. Kita semua adalah pahlawan. Pahlawan bagi diri sendiri.

Salut buat para pahlawan.

8 comments:

wisnoe said...

Yup, setuju.
Disebut sebagai pahlawan atau penjahat hanya dari sisi mana kita memandangnya.
Kalo kita berlaku arif, sebenarnya banyak tokoh yang saat ini hanya terdaftar sebagai bandit, pemberontak atau makar, yang bahkan guru sejarah kita menyebutkan namanya saja kadang dengan nada merendahkan martabat para tokoh itu. Padahal itu terjadi hanya karena perbedaan pandangan dengan penguasa waktu itu. Sebetulnya mereka mempunyai latar belakang yang tidak kalah nasionalis plus berjasa besar dibandingkan para tokoh yang dinobatkan jadi pahlawan.
Itulah sejarah. Mana yang lebih mempunyai kuasa atas mayoritas, versi itulah yang akan dijadikan pegangan generasi berikutnya yang kemungkinan besar pola pikir generasi ini terdoktrin oleh cara pembelajaran sejarah di ruang lingkup sekolah versi penguasa.

wahyu said...

iya betul mas.

Penguasa memang yang menentukan pahlawan 'formal'. Sebetulnya banyak juga orang yang berjasa untuk bangsa tapi tidak dianugerahi gelar pahlawan.

Mungkin ada benarnya kata orang-orang. sejarah bisa dibeli.

gasgus said...

Kalo mengacu dari Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Berarti ada 3 aspek yang harus terpenuhi untuk disebut pahlawan;(1) keberanian, (2) pengorbanan, (3) membela kebenaran.

Kalo orang itu tidak menonjol atau tidak terkenal, tapi melakukan ketiga aspek tersebut, jadilah dia menurut saya sebagai pahlawan tak dikenal.

wahyu said...

nah.. ini ada definisi pahlawan yang lebih jelas.

tapi mungkin satu syarat lagi. konsistensi. jadi pembela kebenarannya tidak angin2an. tapi terus menerus dan konsisten.

Anonymous said...

TENGIL BANGET, KELIHATANNYA KALIAN TERLALU MENGERDILKAN NAMA PAHLAWAN DAN HANYA MENGANGGAP ENTENG ARTI PAHLAWAN, BRENGSEK

BISNIS ONLINE MENDUNIA said...

jangan berbicara kalo masih kata si A kata si B kata si anu kata si itu,,,,
MEMANG SEPERTI INI ORANG INDONESIA kertika di beri informasi yang benar malah menyimpulkan terlebih dahulu, belum tau pasti dan jelas info yang benar-benar bermanfaat,,,
thnks buat penulis mungkin anda punya bisnis online yach, merasa tertandingi jadi mengasud bisnis QNET,
QNET resmi datang ke indonesia, dan di sahkan oleh pemerintah dan hukum agama nya juga ada,

cukup sekian dan terimakasih.
wassalam

BISNIS ONLINE MENDUNIA said...

jangan berbicara kalo masih kata si A kata si B kata si anu kata si itu,,,,
MEMANG SEPERTI INI ORANG INDONESIA kertika di beri informasi yang benar malah menyimpulkan terlebih dahulu, belum tau pasti dan jelas info yang benar-benar bermanfaat,,,
thnks buat penulis mungkin anda punya bisnis online yach, merasa tertandingi jadi mengasud bisnis QNET,
QNET resmi datang ke indonesia, dan di sahkan oleh pemerintah dan hukum agama nya juga ada,

cukup sekian dan terimakasih.
wassalam

BISNIS ONLINE MENDUNIA said...

jangan berbicara kalo masih kata si A kata si B kata si anu kata si itu,,,,
MEMANG SEPERTI INI ORANG INDONESIA kertika di beri informasi yang benar malah menyimpulkan terlebih dahulu, belum tau pasti dan jelas info yang benar-benar bermanfaat,,,
thnks buat penulis mungkin anda punya bisnis online yach, merasa tertandingi jadi mengasud bisnis QNET,
QNET resmi datang ke indonesia, dan di sahkan oleh pemerintah dan hukum agama nya juga ada,

cukup sekian dan terimakasih.
wassalam