Friday, July 25, 2008

Betulkah Gula Dapat menyebabkan Ledakan?

Bayangkan pada pagi hari anda duduk di meja makan sambil menyiapkan sarapan sebelum beraktivitas. Sambil membaca surat kabar anda menuangkan cereal ke dalam mangkuk, lalu menuangkan segelas susu ke dalamnya, dan menambhakan sesendok makan besar gula pasir. Ketika anda mengambil kembali sedikit gula yang berlebih dari dalam mangkuk, tak sengaja sendok beradu dengan pinggiran mangkuk porcelein dan tiba-tiba.. BOOMM..!!! Meledak!!

Menurut anda apakah itu hanya cerita rekaan ataukah itu kenyataan?? Apakah gula yang hampir tiap hari kita gunakan dan konsumsi dapat meledak?? Mari kita cari tahu..

Ternyata.. betul gula bisa meledak, memang tidak persis seperti cerita saya di atas. Tapi ledakan yang terjadi dipercaya disebabkan oleh zat yang bernama gula.

Hal ini terjadi di Georgia, pada tanggal 2 Februari 2008, sebuah pabrik gula tiba-tiba meledak dan menewaskan puluhan orang pekerjanya. Kejadian di pabrik Imperial Sugar Company itu menjadi fokus dunia international. Hal ini karena para ahli percaya bahwa yang memicu dan menyebabkan ledakan itu adalah akumulasi dari debu gula.

Ketua Pemadam Kebakaran Georgia, John Oxendine, menyebut ledakan itu sebagai kecelakaan industri terparah selama 14 tahun terakhir. Ledakan yang massive itu menghancurkan seluruh bagian dari pabrik gula, merusak tiang-tiang utama baja dan memperlihatkan rangka dan pondasi pabrik. Enam orang terbunuh, dua puluh di rawat karena luka bakar hebat, dan tujuh belas diantaranya masih dalam keadaan koma .

Tapi bagaimana gula dapat menyebabkan terjadinya ledakan sedahsyat itu?

Tahukah anda bahwa salah satu dari sifat gula itu adalah flamable/mudah terbakar. Sebetulnya sifat gula yang mudah terbakar ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. Bahkan, sebelum musibah yang di alami perusahaan gula, antara tahun 1980-2005 telah ada 281 ledakan serupa di Amerika yang memakan 119 nyawa. Ledakan ini disebabkan oleh debu tepung, kayu, dan material lain.

Pada prinsipnya semua bahan organik dapat terbakar. Tapi agar sebuah ledakan dapat terjadi, perlu keterlibatan beberapa faktor.

Bayangkan anda berada di suatu ruangan yang tertutupi oleh debu gula yang tebal. Anda menghentakkan tangan anda ke atas meja yang menyebabkan debu gula tersebut beterbangan ke udara. Jika anda menyalakan korek api, maka partikel debu akan terbakar dan menyebabkan ledakan. Seandainya anda dapat melihat ledakan yang terjadi dalam gerak lambat, anda akan menyadari bahwa apa yang sepertinya satu ledakan spontan sesungguhnya adalah serangkaian reaksi berantai.

Partikel debu gula yang terbakar akibat percikan korek api akan memicu nyala partikel lainnya, dan demikian seterusnya. Seluruh prosses dipicu oleh adanya oksigen. Dan karena pertikel debu yang beterbangan bercampur dengan udara, maka interaksi dengan oksigen akan semakin mudah dari pada jika debu menempel di atas meja.

Selain gula, debu tepung juga mudah terbakar. Tepung termasuk ke dalam karbohidrat, yang tersusun dari rantaian molekul gula. Tepung, dan semua jenis karbohidrat, akan mudah meledak jika tercampur dengan udara sebagai debu. Hanya diperlukan 50 gram debu permeter kubik agar campuran dapat terbakar. Tepung berukuran sangat kecil sehingga dapat terbakar dengan sendirinya. Tidak hanya tepung dan gula, namun semua tepung karbohidrat seperti campuran puding, debu gergaji, dan lain-lain dapat meledak ketika terbakar.

Kekuatan ledakan tergantung pada luas ruang. Reaksi berantai yang terjadi dari debu yang terbakar akan memproduksi energi. Hal ini menyebabkan tekanan dan memperbesar volume udara. Jika fenomena ini terjadi lebih cepat dari pada proses terbentuknya nyala, hal ini akan menyebabkan ledakan.

Ledakan pertama disebut ledakan primer, dan energi yang terbentuk oleh ledakan primer dapat menerbangkan lebih banyak debu karbohidrat ke udara, hal ini mengakibatkan ledakan sekunder. Peristiwa kedua dapat terjadi dengan sangat cepat, seringkali lebih bertenaga dari pada ledakan pertama.

Hal yang juga menentukan adalah faktor ukuran partikel debu. Para ahli menyebutkan, ukuran partikel debu yang bersifat volatile adalah 420 micron. Ukuran ini terdengar sangat kecil, namun sesungguhnya ukuran ini empat kali lebih besar dari rata-rata ukuran partikel garam meja. Juga tidak dibutuhkan debu yang sangat banyak untuk menyebabkan terjadinya ledakan. Menurut NFPA (Natioanl Fire Protection Association) jumlah debu yang dibutuhkan hanya 5% dari luas permukaan suatu ruangan untuk menghasilkan ledakan yang signifikan (Chemical Safety Board).

Dengan sangat banyak debu gula dalam suatu proses pembuatan gula, sulit untuk dibantah tragedi perusahaan pembuatan gula Imperial Sugar bukan disebabkan oleh debu gula.


Source:
1. www.howstuffworks.com
2. Houston Business Journal
3. Chemical Safety Board

1 comment:

yayon said...

wow, keren juga nih, klu mo bkin BOM
thanks, buat ngerjain tugas