Thursday, September 4, 2008

Insiden Super Glue

Kemaren tidak sengaja menginjak remote TV hingga pecah. Saya coba untuk memperbaikinya dengan merekatkan bagian yang pecah. Setelah tanya sana sini, akhirnya didapatkan lem yang katanya memiliki daya rekat hebat. Super glue.

Lem-pun dioleskan pada bagian yang pecah, kedua bagian direkatkan dan ditahan sejenak agar posisinya baik. Tidak miring. Setelah beberapa detik.. Sempurna!! Remote yang pecah sukses kembali ke bentuk semula. Tapi.. oh.. ternyata jari tangan yang memegang ikut menempel. Merekat dengan kuat. Seolah menjadi satu dengan remote. Waaah.. saya betul-betul khawatir. Dengan sedikit panik saya tarik tangan kuat-kuat. Untung bisa terlepas meski jari terasa sakit dan panas. Bagaimana ya bila lem ini terpercik ke mata, secara refleks mata akan terpejam. Dan untuk kemudian kelopak mata tidak bisa dibuka.. wah, sulit dibayangkan.

Heran juga dengan kemampuan daya rekat yang luar biasa dri lem ini. Padahal sebelum mengering, hanya berupa cairan yang sama sekali tidak terlihat lengket dan melengketkan. Apa ya yang menyebabkan daya rekatnya kuat? Bagaimana sih proses yang terjadi?

Anda penasaran.. ?? saya juga penasaran. Yuk kita cari tahu..

Super glue (SP). Sesuai dengan namanya. Lem ini betul-betul super. Bahan utama dari SP adalah cyanoacrylate, sejenis resin acrylic yang mengering secara instan. Proses pengeringan dipicu karena adanya ion hidroksil (OH-) dari air. Dengan kata lain lem ini akan mengering begitu kontak dengan molekul air. Lantas air dari mana? Bukankah saat proses pengeleman tidak ada penambahan air? Air ada di mana-mana. Setiap permukaan dari bahan yang anda lem selalu mengandung sedikit molekul air. Udara juga mengandung air dalam bentuk humidity (kelembaban). Itu cukup untuk memicu proses perekatan pada SP.

Berbeda dengan SP. Lem putih, seperti lem ‘Fox’ atau lem ‘aibon’, mengering berdasarkan penguapan pelarutnya, yaitu air. Ketika air menguap, lapisan polyvinylacetate yang telah disebarkan pada permukaan material yang akan di lem akan membentuk ikatan yang fleksibel. Super glue, sebaliknya. Mengalami proses yang di sebut anionic polymerization (polimerisasi anionic) yang dipisu dengan adanya air. Proses kimia dari polimerisasi akan menghasilkan sejumlah tertentu panas. Jika lem ini kontak dengan kulit dalam jumlah yang cukup besar, akan dapat menimbulkan luka bakar.

Molekul Cyanoacrylate akan mulai saling berhubungan membentuk polimer saat pertama kali kontak dengan air, dan mengikat material sekitarnya membentuk ikatan yang tahan lama. SP akan menebal dan mengeras sampai bagian molekul tidak dapat lagi bergerak.

Lantas bagaimana bila insiden seperti saya terjadi. Bila tangan terkena cairan SP dan ikut melekat pada material bahan? Rekomendasi pertolongan pertama adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan sisa ceceran dari SP. Jangan gunakan baju atau tisu, reaksi kimia antara serat dan lem dapat menimbulkan nyala atau asap.
  • Rendam bagian yang terkena lem dalam air sabun hangat.
  • Jangan paksa untuk melepas jari tangan anda, hal ini dapat menyebabkan kulit anda mengelupas.
  • Setelah direndam, gunakan alat tumpul (sendok atau lainya) untuk melepas dengan hati-hati bagian tubuh yang menempel pada bahan.
  • Jika sepertinya hal ini tidak berhasil, teteskan sedikit acetone (cairan penghapus kutek) pada area yang terkena SP. Gerak-derakkan jari sampai terlepas.


Baiklah..
Itu hal yang harus dilakukan bila terkena SP pada tangan atau bagian luar tubuh. Nah.. bila bagian mulut yang terkena SP bagaimana? Kan tidak mungkin diberi acetone.

Sekilas mungkin tidak bisa dibayangkan bagaimana seseorang bisa terkena SP pada bagian mulutnya kecuali orang itu idiot atau anak kecil. Tapi coba pikirkan. Banyak dari kita yang mempunyai kebiasaan buruk menggunakan gigi untuk membuka sesuatu yang keras kepala dan sulit dibuka.

Katakanlah anda melakukan itu untuk membuka tutup SP. Namun sial. Semua cairan SP muncrat keluar masuk ke dalam mulut dan mengenai bibir. Anda sadar bahwa ini berbahaya. Bila anda mengatupkan bibir, maka kemungkinan mulut anda tidak akan bisa terbuka lagi. lalu apa yang harus anda lakukkan???

Jika hal yang sangat jarang terjadi ini menimpa anda atau seseorang di sekitar anda, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah:

  • Usahakan jangan mengatupkan mulut.
  • Karena berhubungan dengan daerah sekitar wajah, jangan gunakan aceton.
  • Pakailah mangkuk yang besar, rendam mulut anda dengan air hangat.
  • Basuh juga bagian dalam mulut dengan sebanyak mungkin air untuk menghilangkan cairan SP.

Yang lebih baik dari semua itu adalah memang pencegahan. Letakkan Sp jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan pernah membuka tutup botol dengan menggunakan gigi/mulut. Meski terlihat barang sepele, namun hati-hatilah dalam menangani SP.

7 comments:

wisnoe said...

mas wahyu ki hebat tenan...
tips2nya ok pisan.
kalo misale dikasih bensin bisa ndak mas, soale pas tangki bensinku bocor, dilem pake super glue ga mempan juga. lumer sama bensin.
akhirnya dilas listrik deh...

Anonymous said...

nais ingpo Gan!
tq

Anonymous said...

beli d mn mas?

Anonymous said...

ngeri amat super glue di mulut...

Anonymous said...

gua baru aja kejadian nih

Anonymous said...

thank's infonya

Anonymous said...

"Bagaimana ya bila lem ini terpercik ke mata, secara refleks mata akan terpejam. Dan untuk kemudian kelopak mata tidak bisa dibuka"

saya pernah kejadian begitu, dan deskripsinya betul sekali seperti itu, sehabis merem ga bisa melek, harus dibuka pake jari, setelah itu perih karena lem mengering di mata, sambil jari menahan mata agar tidak merem, perjalanan ke rumah sakit serasa jadi perjalanan terpanjang. hahaha