Sunday, May 17, 2009

Penemu 23 Kromosom Ternyata Ilmuan Kelahiran Indonesia


Siapa sangka seorang ilmuwan dari Indonesia ternyata berperan penting dalam perkembangan bioteknologi khususnya genetika. Dia bersama koleganyalah yang menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang, padahal sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24. Nah lho!

Kisahnya bermula tahun 1921, ada 3 orang yang datang kepada Theophilus Painter meminta untuk dikebiri. Dua pria kulit hitam dan seorang pria kulit putih itu merelakan ’senjata’ mereka dicopot berdasarkan kepercayaan yang mereka anut. Painter yang orang Texas ini lantas mengamati isi testis ketiga orang tadi, dia sayat tipis-tipis, lalu diproses dengan larutan kimia, dan dia amati di bawah mikroskop. Ternyata ia melihat ada serabut-serabut kusut yang merupakan kromosom tak berpasangan pada sel testis. Hitungan dia saat itu ada 24 kromosom. Dia sangat yakin, ada 24.

‘Keyakinan’ ini dikuatkan oleh ilmuwan lain yang mengamati dengan cara berbeda, mereka pun mendapat hasil yang sama, 24 kromosom. Bahkan hingga 30 tahun ‘keyakinan’ ini bertahan. Begitu yakinnya para ilmuwan akan hitungan ini sampai-sampai ada sekelompok ilmuwan meninggalkan penelitian mereka tentang sel hati manusia karena mereka tidak menemukan kromosom ‘ke-24′ dalam sel tersebut, mereka ‘hanya’ menemukan 23 saja. Ilmuwan lain berhasil memisah-misahkan kromosom manusia dan menghitungnya, jumlahnya? Tetap 24 pasang.

Barulah 34 tahun setelah ‘tragedi’ pengebirian oleh Painter, ilmuwan menemukan cara untuk memastikan bahwa jumlah kromosom manusia hanya ada 23, bukan 24. Adalah Joe-Hin Tjio yang bermitra dengan Albert Levan di Spanyol menemukan teknik yang lebih baik untuk mendapatkan jumlah 23 pasang kromosom manusia. Bahkan ketika mereka menghitung ulang gambar eksperimen terdahulu yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 24, mereka mendapati hanya ada 23. Benar-benar aneh, mata siapa yang bisa error begini?

Dan memang kenyataan bahwa manusia hanya memiliki 23 pasang kromosom dianggap aneh dan mengejutkan. Pasalnya, simpanse, orang utan dan gorila, yang kandungan genetiknya mirip dengan manusia memiliki 24 pasang kromosom. Jadi kromosom manusia ini lain daripada bangsa ungka (ape) yang lain. Dan usut punya usut, ternyata ada dua kromosom pada gorila yang jika digabungkan ukurannya akan mirip dengan kromosom 2 pada manusia. Sungguh ajaib memang, perbedaan yang ‘kecil’ ini ditambah sedikit keragaman antara gen-gen manusia dan gorila, membuat ‘penampakan’ keduanya jauh berbeda.

Oh ya, kembali ke sang penemu 23 pasang kromosom pada manusia, salah satunya, yaitu Joe-Hin Tjio, adalah orang Indonesia.

Sekilas Joe-Hin Tjio

Seperti ditulis dalam Encyclopædia Britannica, Tjio (diucapkan CHEE-oh) lahir di Jawa tanggal 2 November 1919. Tjio kecil bersekolah di sekolah penjajah Belanda, kemudian dia sempat mendalami fotografi mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang fotografer profesional. Namun selanjutnya Tjio memutar stir ke bidang pertanian dengan kuliah di Sekolah Ilmu Pertanian di Bogor, waktu itu Tjio berusaha mengembangkan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit. Dari sinilah pondasi ilmu genetika membawanya menjadi seorang ahli genetik terkemuka kelak.

Sempat dipenjara selama tiga tahun saat masa pendudukan Jepang, Tjio melanjutkan pendidikannya ke Belanda melalui program beasiswa. Ia melanjutkan kembali studinya mengenai cytogenetik tanaman dan serangga hingga menjadi ahli dalam bidang tersebut. Kemudian Tjio menghabiskan waktu 11 tahun di Zaragoza setelah pemerintah Spanyol mengundangnya untuk melakukan studi dalam program peningkatan mutu tanaman. Di sela-sela liburannya, Tjio pun nyambi riset di Institute of Genetics di Lund Swedia dan tertarik untuk meneliti jaringan sel mamalia. Di sinilah penemuannya yang menghebohkan itu ia lakukan.

Pada tahun 1955, Tjio menggunakan suatu teknik yang baru ditemukan untuk memisahkan kromosom dari inti (nukleus) sel, ia merupakan salah satu peletak pondasi cytogenetik modern –ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan aktifitas kromosom serta mekanisme hereditas– sebagai sebuah cabang utama ilmu genetika. Penelitiannya yang lain pada tahun 1959 membawa pada penemuan bahwa orang-orang yang terkena Down Syndrome memiliki tambahan kromosom dalam sel-sel mereka.

Ada cerita menarik di balik penemuan jumlah 23 pasang kromosom ini, selain memang hasil penelitiannya yang menghebohkan, Tjio pun melakukan tindakan yang cukup menggemparkan dunia riset Eropa karena ia menolak untuk mencantumkan Albert Levan (kepala Institute of Genetics tempat risetnya dilakukan) sebagai Author utama dalam jurnal yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal Hereditas tahun 1956 itu, padahal itu sesuatu yang ‘wajib’ sesuai konvensi Eropa yang telah berlangsung lama. Tjio bahkan mengancam akan membuang pekerjaannya itu jika Tjio tidak dicantumkan sebagai Author utama. Akhirnya, mengingat ini adalah penemuan besar, Levan mengalah dan dia dicantumkan hanya sebagai co-author.

Di sisa 37 tahun terakhir karirnya, Tjio bekerja di NIH (National Institute of Health) Washington. Di sana Tjio mengkompilasi koleksi-koleksi foto-foto ilmiah yang mendokumentasikan penelitian-penelitiannya yang luar biasa. Ternyata bakat fotografi terpendamnya tersalurkan juga di NIH. Prestasi Tjio pun tak bisa dipandang remeh, bahkan sangat membanggakan, terbukti dengan anugerah Outstanding Achievement Award dari Presiden Kennedy tahun 1962.

Tjio tutup usia tanggal 27 November 2001, 25 hari setelah ultahnya yang ke 82 di Gaithersburg, Maryland, Amerika. Kita boleh berbangga sekaligus prihatin, bangga karena ilmuwan kelahiran Indonesia mampu memberi sumbangsih besar untuk ilmu pengetahuan, tapi juga prihatin karena di negeri kita ‘belum’ menjadi tempat bagi ilmuwan luar biasa. Banyak potensi besar orang-orang cerdas yang kurang diperhatikan, sehingga mereka ‘dibajak’ oleh negara-negara lain yang sudah maju dan mau menghargai kehebatan mereka, bahkan sejak mereka masih sangat muda. Tentu sayang jika orang hebat seperti Joe-Hin Tjio yang lahir di Jawa pada akhirnya dikenal sebagai ahli genetik Amerika.


Sumber:
• “Ridley, Matt.” Genom; Kisah Spesies Manusia dalam 23 bab. 2009. Gramedia Pustaka Utama
• Wikipedia
• “Tjio, Joe Hin.” Encyclopædia Britannica. 2009. Encyclopædia Britannica Online. 16 May. 2009


Tulisan di atas dikutip dari www.sciencebiotech.net


Read more...

Wednesday, April 29, 2009

Perjalanan Sejarah Nama 'Indonesia'



Tahukah anda dari mana asal kata ‘Indonesia’ yang digunakan untuk nama tanah air kita ini??

Kata ‘Indonesia’ muncul pertama kali pada tahun 1847 dalam majalah ilmiah tahunan Journal of The Indian Archipelago and Eastearn Asia (JIAEA) yang dikelola oleh seorang Skotlandia bernama James Richardson Logan.

Dalam JIAEA Volume IV, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan.

"... I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".

Berpuluh tahun kemudian kata ini digunakan oleh Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) untuk menyebut secara spesifik tanah air kita sekarang. Makna politis kata 'Indonesia' muncul pada dasawarsa 1920-an, ketika kata yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna baru, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Sampai sekarang..

Sebelum kata ‘Indonesia’ populer, lalu nama apa yang dipakai untuk menyebut kepulauan tanah air kita ini?

Berikut perjalanan nama tanah air kita sebelum digunakan nama Indonesia.

-Bangsa Tionghoa dahulu menyebut tanah air kita dengan nama Nan-hai yang berarti kepulauan laut selatan.

-Bangsa India menyebut tanah air kita dengan nama Dwipantara (kepulauan tanah seberang), nama Suwarnadwipa (pulau emas) juga digunakan dan muncul pada kisah legendaris Ramayana untuk menyebut Sumatera sekarang.

-Saat kemunculan bangsa eropa, tanah air kita disebut Indian archipelago (kepulauan hindia).

-Pada masa penjajahan Belanda tanah air kita disebut Hindia belanda yang berubah menjadi Hindia timur pada masa pendudukan Jepang.

-Multatuli sempat mengusulkan nama Insulande yang ternyata kurang populer.

-Kata Nusantara diusulkan oleh Douwes Dekker yang diambil dari isi pararaton. Naskah kuno zaman majapahit. Nama ini dengan cepat menjadi populer.


Akhirnya kata Indonesia lahir saat dimunculkan oleh Ki Hajar Dewantara sehingga digunakan oleh para pejuang kemerdekaan dan resmi menjadi nama bagi bangsa kita tercinta ini.. Indonesia.


Sumber: Wikipedia

Read more...

Sunday, April 26, 2009

Flu Babi (Swine Influenza)


Kemarin saya melihat berita tentang flu babi yang saat ini sedang menyerang negara Meksiko dan Amerika. Bahkan pemerintah Amerika telah menetapkan status darurat kesehatan publik, status yang biasa digunakan saat menangani bencana alam seperti topan atau badai. Penyakit ini sekarang mulai merambah New Zealand, Kanada, and Israel.


Hmmm.. lagi-lagi heboh penyakit flu. Penyakit satu ini memang selalu menjadi ‘teman setia’ mungkin sejak awal manusia diciptakan. Kalau dihitung-hitung, penyakit yang paling sering menyerang manusia dari kecil sampai dewasa adalah Flu.

Kemarin flu burung.. baru saja kita dihebohkan flu singapura, sekarang flu babi.. Sebetulnya apa sih penyakit flu babi ini? Apa ini jenis Flu baru? Kenapa dinamakan babi? Apa hubungannya dengan penyakit flu lainnya?? Yuk cari tahu...

Seperti penyakit flu lainnya, flu babi juga disebabkan oleh virus flu. Penyakit ini disebabkan oleh virus Orthomyxo yang merupakan famili dari virus RNA yang terdiri dari lima jenis, virus influensa A, virus influensa B, virus influensa C, virus Thogoto, dan virus Isa. Tiga jenis virus pertama adalah virus yang bertanggung jawab terhadap penyakit flu, namun hanya virus influensa A dan B yang umumnya menyebabkan flu pada manusia, sedangkan virus influensa C hanya menyerang hewan dan jarang menyerang manusia.

Awalnya virus ini hanya menyerang babi. Namun kerena mengalami mutasi membentuk strain virus baru maka virus ini dapat menyerang manusia. Flu babi yang biasa disebut swine influenza ini dikategorikan masuk virus influensa A dan C. Virus yang menyerang manusia disebabkan oleh virus influensa A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 dan H2N3. Sedangkan virus yang menyerang Meksiko dan Amerika kali ini adalah virus subtipe H1N1.



Gambar1. Virus Influensa A

Strain virus dikarakterisasikan berdasarkan dua macam protein yang terdapat pada permukaan virus. Dua macam protein tersebut adalah Neuraminidase dan Hemagglutinin. Kedua protein ini terdapat di permukaan virus layaknya paku-paku yang menancap. Dan kira-kira 80% nya adalah hemagglutinin, protein trimerik yang berfungsi dalam proses penyerangan virus ke sell tuan rumah. Sedangkan 20 %-nya terdiri dari neuraminidase, yang diperkirakan terlibat dalam pelepasan partikel virus baru dari cell host. Bagian dalam sell mengandung RNA yang merupakan kode genetik untuk proses replikasi.

Sebetulnya flu babi bukanlah penyakit baru. Flu babi menginfeksi manusia setiap tahun dan ditemukan pada orang yang biasa kontak dengan babi. Flu yang telah menyerang manusia dapat ke manusia lainnya.

Gejala yang disebabkan virus ini mirip dengan gejala penyakit flu biasa. Demam, lesu, hilang nafsu makan, dan batuk. Pada beberapa orang hidung berlendir (ingus), sakit tenggorokan, mual, dan diare. Penyebaran flu antar manusia melalui batuk, bersin, dan menyentuh benda yang telah disentuh penderita.

Obat yang biasa diberikan untuk flu babi adalah obat yang mendapat lisensi di USA seperti amantadine, rimantadinem oseltamivir, dan zanamivir. Namun pada kasus flu babi kali ini obat yang direkomendasikan digunakan adalah oseltamivir dan zanamivir.

Virus flu adalah virus yang sangat mudah mengalami mutasi. Biologi molekuler dari virus influenza sangat kompleks dan full mekanisme-nya masih belum jelas seluruhnya. Meski begitu, para ahli sudah menyadari bahwa vaksin anti influenza yang efektif tidak akan dapat dikembangkan karena proses mutasi sang virus yang sangat cepat. Sekali vaksin telah berhasil diciptakan untuk satu jenis virus, virus tersebut dengan cepat akan bermutasi dan menjadi resistan. Vaksin terus diproduksi untuk virus-virus A dan B yang telah diketahui, meskipun strain baru dari virus tersebut masih bisa menginfeksi orang-orang yang telah di beri vaksinasi. Inilah mengapa virus influensa seringkali menjadi wabah pendemik yang luas.



Gambar 2. Perkembangan mutasi virus influensa



Artikel tentang virus influensa secara lengkap dapat dibaca di sini.

Read more...

Friday, April 24, 2009

Flu negara singa..

Singapura.. satu negara tetangga yang kerap sekali terlibat isu-isu dalam negeri dan sering bersinggungan dengan negara kita. Dari perjanjian hukum ekstradisi dan kerjasama militer yang berantakan, pencurian pasir, sampai kebijakan negara tersebut yang terkenal diskriminasi terhadap warga kita. Bahkan baru-baru ini nama Singapura juga dikaitkan dengan penyakit yang sedang berkembang dan menyerang khususnya anak-anak.

Awalnya saya beranggapan bahwa penyakit ini adalah sejenis flu yang berasal dari negara tetangga mini Singapura. Yah.. setidaknya dari namanya bisa diasumsikan seperti itu. Namun ternyata penyakit ini tidak berasal dari Singapura. Bahkan hanya di Indonesia saja penyakit ini dikenal dengan nama Flu singapura.

Dunia kedokteran mengenal penyakit ini dengan nama Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut ( KTM ). Penyakit ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus RNA yang masuk dalam keluarga Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ) dan Genus Enterovirus (non Polio).

Penyakit KTM dikenal masyarakat sebagai Flu singapura karena banyak penderita yang terserang penyakit ini setelah pulang liburan dari negara singa tersebut. Meskipun sesungguhnya Singapura bukanlah negara asal penyakit ini.

Penyakit KTM sebetulnya bukan penyakit baru. Tahun 2004, malah pernah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa flu Singapura di Jakarta Selatan. Meskipun sempat merebak kekhawatiran dalam masyarakat, namun penyakit KTM bukanlah penyakit yang ganas dan mematikan. Walaupuun.. memang terdapat korban meninggal akibat penyakit ini.

Penyakit KTM menular sangat cepat. Penularan dapat terjadi dari percikan ludah, nafas, bahkan orang bisa terkena jika menyentuh barang yang pernah disentuh tangan orang yang terkena virus. Maka jika seandainya saya terserang virus ini (semoga tidak, amit-amit..), lalu saya jalan-jalan keliling desa, maka dalam satu hari warga satu RW bisa ikut terserang penyakit KTM. Wah.. jahat sekali saya kalau begitu. Tidak..tidak.. ini hanya sebagai gambaran seberapa besarnya kekuatan menular dari penyakit KTM.

Lantas bagaimana kita tahu bila sudah terserang KTM?
Masa inkubasi virus ini adalah 3-7 hari. Gejala umum penyakit ini adalah:

  • Demam
  • Pusing
  • Mual
  • Lesu
  • Radang tenggorokan
  • Ruam di badan tapi tidak gatal diikuti lepuh-lepuh di telapak tangan dan kaki
  • Sariawan
  • Nafsu makan hilang
  • Diare









Bila mengalami gejala diatas, perbanyaklah mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Bila kondisi terus menurun, pergilah ke dokter. Perlu dicatat, penyakit ini tidak berhubungan dengan penyakit hewan sapi, kambing, atau babi yang dikenal dengan panyakit kaki dan mulut.

Read more...

Monday, April 20, 2009

Kartini..


Dalam rangka hari Kartini, yang namanya luar biasa harum dan dielu-elukan oleh tidak hanya bangsa Indonesia sendiri, namun juga dikagumi oleh dunia international, saya berusaha mencari informasi tentang Kartini.

Terus terang saya sampai sekarang masih belum bisa melihat dimana letak keistimewaan Kartini selain dia putri bangsawan, fasih berbahasa Belanda, dan mempunyai hobi surat menyurat. Sampai-sampai kumpulan suratnya dijadikan buku dan menjadi salah satu karya yang menghebohkan dunia.

Memang ini salah saya, meskipun sudah mengenal Kartini sejak duduk di sekolah dasar, membaca riwayat hidupnya sebagai anak dari bupati Jepara yang menikah dengan bupati Rembang, dan meninggal dalam usia yang sangat muda, 25 tahun. Bahkan lebih muda dari saya. Namun saya tidak pernah tergelitik untuk mengetahui lebih jauh tentang ide pemikirannya yang disebut-sebut melampaui pemikiran orang-orang di zamannya.. Tidak pernah tergugah untuk mengetahui mengapa Kartini begitu fenomenal.. intinya.. saya tidak pernah mau peduli.

Akhirnya saya menyempatkan diri untuk mencari informasi tentang Kartini. Terutama tentang buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang', yah minimal mengetahui apa sih yang dibicarakan buku tersebut.

Dan saya dapati satu tulisan yang meskipun masih sangat terbatas namun sudah bisa merubah dan membuat saya mengerti mengapa Kartini disebut sebagai gadis fenomenal pada masanya, dan menjadi Ibu emansipasi wanita Indonesia.

Salah satu surat Kartini yang ditujukan kepada sahabat penanya berbunyi:


"Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?" [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]


"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902].


Meskipun saya sendiri seorang muslim, dan tulisan Kartini diatas terdengar minor, namun saya terus terang mengakui bahwa untuk ukuran seorang perempuan pada masa itu (bahkan ukuran zaman sekarang sekalipun) pendapat Kartini ini benar-benar sangat kritis dan sangat berani. Dan benar..

Suatu ketika, takdir membawa Kartini pada suatu pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga adalah pamannya. Pengajian dibawakan oleh seorang ulama bernama Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar(atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertarik sekali dengan materi yang disampaikan (ini dapat dipahami mengingat selama ini Kartini hanya membaca dan menghafal Quran tanpa tahu maknanya). Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut ini dialog-nya (ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat).

"Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?"
Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu.
"Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?". Kyai Sholeh Darat balik bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.

"Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"


Setelah pertemuan itu nampaknya Kyai Sholeh Darat tergugah hatinya. Beliau kemudian mulai menuliskan terjemah Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada pernikahan Kartini , Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang, tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa.

Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah (how amazing…).

Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat "Dari Gelap Kepada Cahaya" ini. (Sayangnya, istilah "Dari Gelap Kepada Cahaya" yang dalam Bahasa Belanda adalah "Door Duisternis Tot Licht" menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane dengan istilah "Habis Gelap Terbitlah Terang").

Sumber artikel di atas saya perloleh dari sini.


Nb: Baru saja dapat komplain dari seorang kawan. Dia memberitahukan sebuah artikel yang isinya bisa dijadikan imbangan atas tulisan yang saya buat. Artikel tersebut mempertanyakan kenapa Kartini yang dimunculkan sebagai tokoh emansipasi wanita Indonesia sementara masih ada tokoh lain yang lebih mempunyai peran nyata dalam memajukan wanita dan rakyat Indonesia pada masa itu. Tidak seperti Kartini yang hanya berhenti pada ide-ide dan tulisan suratnya tanpa aksi nyata. Lebih jelasnya silahkan lihat di sini. (April 23, 2009)


Read more...

Wednesday, April 15, 2009

Matahari itu bintang??


Siapapun anda pasti setuju jika saya katakan matahari adalah sebuah bintang. Namun tidak berlaku untuk keponakan saya yang masih balita. Saat saya memberitahunya tentang hal ini, bahwa matahari adalah bintang. Tahukah anda bagaimana reaksinya?

Jawabnya, “Bukan om.. matahari itu bukan bintang. Bintang itu yang kelap kelip kalo malem hari. Aku sama mama suka liat.. bagus deh.. apalagi kalo lagi di rumah mbah uti. Bintangnya banyaaaakk banget..”, sambil kedua tangannya bergerak melebar ke samping. Haha.. ponakan saya itu memang suka ngeyel. Dan lucu..

Yah.. mungkin bagi bocah seusianya matahari sebagai bintang masih sulit diterima. Semua syarat yang biasa (disematkan) pada bintang tidak ada pada matahari. Bintang muncul pada malam hari, sedangkan matahari hanya muncul di waktu siang. Bintang berukuran kecil dan bercahaya redup berkelap kelip, sedangkan matahari berukuran besar dan cahayanya sangat dominan menyilaukan. Dua fakta inilah yang membuat keponakan saya kekeuh mengatakan bahwa matahari bukan bintang.

Haha.. saya jadi bingung, ponakan saya itu bodoh atau justru pintar..??

Terlepas dari itu, yuk kita cari tahu tentang matahari lebih banyak.

Sebetulnya matahari terlihat berbeda dari bintang umumnya dikarenakan jaraknya dengan bumi jauh lebih dekat. Hal ini mengakibatkan matahari terlihat amat terang, berbeda dengan bintang lainnya yang bercahaya redup kelap kelip di langit yang gelap.

Matahari sangatlah besar. Jika dia sebuah lubang yang mempunyai ruang, volume-nya sanggup memuat lebih dari satu juta bumi masuk ke dalamnya. Wow.. bayangkan. Satu juta bumi..

Jika anda melakukan perjalanan menggunakan mobil menuju matahari, maka butuh waktu 176 tahun untuk mencapainya (kecepatan pada 96.5 km/jam tanpa pernah berhenti istirahat sedetik-pun). Meski begitu, cahaya matahari hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit untuk sampai ke bumi. Bandingkan dengan bintang lainnya yang cahayanya memerlukan waktu beberapa tahun untuk sampai ke bumi. Bayangkan seberapa jauh jarak mereka. Oleh karena itu jarak bintang (dan benda langit lainnya) menggunakan satuan tahun cahaya. Karena jika menggunakan satuan yang umum digunakan (m, km, mill, dan lainnya), akan sangat menyulitkan karena memerlukan jumlah angka yang sangat banyak.

Cahaya matahari menyediakan panas dan energi yang sangat esensial guna kelangsungan hidup di bumi. Matahari telah memancarkan cahayanya selama 4,5 milyar tahun. Dan masih mempunyai cukup bahan bakar Hidrogen untuk bersinar selama 5,5 milyar tahun lagi.

Ukuran matahari saat ini adalah kompromi antara gaya ke luar dari energi ledakan yang dilepas oleh fusi nuklir dan tarikan ke dalam akibat gravitasi. Ketika inti matahari kehabisan bahan bakar hidrogen, tarikan ke dalam oleh gravitasi akan lebih dominan, dan inti akan mengkerut. Meskipun inti kehabisan hidrogen, di bagian luar masih terdapat cukup hidrogen. Saat inti matahari mengkerut, temperatur akan naik, dan menyebabkan lapisan luar juga ikut naik, dan membakar hidrogen yang berada pada lapisan luar matahari. Lapisan luar akan mengembang, dan menyebabkan radius matahari meningkat. Matahari-pun berubah menjadi Red giant star. Radius dari Red giant akan melewati orbit bumi, sehingga bumi akan tertelan masuk ke dalam inti dan menguap. Inti matahari akan cukup panas untuk menyebabkan Helium terbakar menjadi karbon (reaksi fusi). Ketika Helium habis, inti akan mengembang dan mendingin. Lapisan luar akan ikut mengembang dan melontarkan material yang ada. Akhirnya inti akan dingin dan berubah menjadi White dwarf dan akhirnya berubah menjadi Black dwarf.
Seluruh proses ini memakan waktu milyaran tahun.

Dan jika nanti ketika dia sudah cukup mengerti, lalu saya menjelaskan hal ini pada ponakan saya, mungkin dia akan bertanya, “Om.. koq matahari bisa terbakar, kan di luar angkasa vakum, nggak ada oksigen..?”

Haha.. pernahkan pertanyaan itu terlintas di pikiran anda??

Jangan bayangkan terbakarnya matahari itu seperti terbakarnya kayu atau kertas di bumi ini. Proses terbakarnya matahari adalah akibat reaksi nuklir yang tidak memerlukan adanya oksigen. Sehingga meskipun di luar angkasa vakum tanpa oksigen, matahari dapat tetap memproduksi sinarnya melalui reaksi nuklir gas Hidrogen dan Helium.

Saya jadi teringat satu guyonan tentang seorang pandir yang menyalahkan matahari. Menurutnya seharusnya matahari muncul saat malam hari ketika gelap dan membutuhkan cahaya untuk penerangan. Tentunya ini akan membuat matahari lebih bermanfaat ketimbang muncul pada siang hari yang memang sudah terang.
Haha..

Berikut beberapa fakta tentang matahari.

• Average distance from Earth = 93 million miles (~150 million km)
• Radius = 418,000 miles (696,000 km)
• Mass = 1.99 x 1030 kg (330,000 Earth masses)
• Makeup (by mass) = 74 percent hydrogen, 25 percent helium, 1 percent others elements
• Average temperature = 5,800 degrees Kelvin (surface), 15.5 million degrees Kelvin (core)
• Average density = 1.41 grams per cm3
• Rotational period = 25 days (center) to 35 days (poles)
• Magnitude = -26.8 (apparent), +4.8 (absolute) Apparent magnitude refers to a star's brightness in the sky from our vantage point on Earth. Absolute magnitude is the star's true brightness if all of the stars were the same distance from Earth. The lower the number, the brighter the star.
• Distance from center of Milky Way = 25,000 light-years


Ada lagi Matahari yang lain yang sama sekali bukan bintang atau benda langit. Dia adalah Matahari seorang wanita yang dibunuh oleh pemerintah Perancis karena dianggap sebagai mata-mata pada perang dunia pertama. Dia adalah keturunan Belanda yang lahir pada tahun 1876 dan besar di Jawa, Hindia belanda pada masa itu. Anda tertarik, silahkan baca selengkapnya di sini.

Read more...

Sunday, April 12, 2009

One Man, One Tree..

Karena ketidakberdayaan dan ketidakmampuan saya dalam mengurangi dan memperbaiki kerusakan bumi tempat hidup kita semua, maka melalui blog yang ecek-ecek ini saya posting undangan dari Departemen Kehutanan RI. Anggaplah sebagai bentuk kecil partisipasi saya demi terciptanya lingkungan yang lebih baik.



Yth Teman-teman pencinta
dan yang perduli akan lingkungan dan alam,

Seiring dengan meningkatnya pemanasan global dan dalam rangka meningkatkan
kesadaran masyarakat akan kelestarian dan kehijauan Hutan Indonesia,
Departemen Kehutanan RI menyelenggarakan pameran dan forum "Indonesia
Green Forestry Expo 2009" pada tanggal 14 - 17 April 2009 di Assembly
Hall, Jakarta Convetion Center, pukul 10.00 - 20.00 WIB.

Pameran dan Forum terbuka GRATIS untuk umum. Dan GRATIS bibit tanaman buah
dibagikan kepada pengunjung sebagai bagian dari aksi "One Man. One Tree"
untuk hijau Indonesia.

Pada acara pameran dan forum, Anda akan mendapatkan informasi seputar, a.l :
- Informasi Hutan Indonesia, taman nasional, wisata alam
- Program-program edukatif dan interaktif penyelamatan hutan, dan hal
kecil apa yang dapat Anda lakukan untuk ikut menyelamatkan Hutan.
- Produk-produk, jasa, dan teknologi Kehutanan
- Program-program Corporate Social Responsibility Kehutanan, Reklamasi
pantai dan Hutan dll.

Terlampir brosur informasi acara.

Mohon kiranya di-forward ke rekan-rekan lain yang mungkin berminat. Dengan
satu klik Anda ikut berpartisipasi meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya hutan.

Terimakasih,
Dengan Hormat,

Departemen Kehutanan RI beserta Panitia Penyelenggara.





Read more...

Tuesday, March 31, 2009

Rokok Herbal; Rokok Yang Baik Bagi Kesehatan..???

Teman saya yang seorang perokok entah sudah berapa kali mencoba untuk berhenti merokok namun selalu saja gagal. Seminggu dua minggu pertama usaha untuk tidak merokok bisa tetap dipertahankan. Setelah mencapai minggu ketiga hasrat yang dipendam akhirnya meledak keluar dan gagallah niat berhenti merokok. Godaan selalu saja muncul, entah itu ledekan dan bujukan dari teman-teman se’perokok’an, rasa yang hilang setiap habis makan, dan banyak lagi godaan yang harus dihadapi yang pada akhirnya mengembalikan pada kebiasaan merokok.

Salah seorang teman yang sepertinya sudah putus asa pernah berkata. ‘Hah.. mau berhenti merokok saja susahnya minta ampun. Seandainya saja ada rokok yang menyehatkan, sungguh indah dunia ini’.

Haha.. tertawa saya mendengar ini. Mana ada rokok yang menyehatkan. Kalau rokok yang tidak merusak kesehatan mungkin masih bisa dibuat dengan teknologi. Tapi kalau rokok yang memberikan efek sehat pada tubuh dan mengobati berbagai penyakit, rasanya koq tidak mungkin ada. Karena yang namanya memasukkan asap sisa pembakaran ke dalam paru-paru, tidak secuilpun kelihatan manfaat kecuali justru meracuni tubuh.

Tanya-tanya ke mbah google akhirnya saya menemukan situs yang mengklaim dan mempromosikan produk rokok yang sehat dan menyehatkan. Bahkan rokok tersebut disebut dapat mengobati berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Terus terang saya ragu tentang apa yang diterangkan dalam artikel tersebut. Meskipun dijelaskan tentang kandungan bahan-bahan ramuan yang katanya didapat melalui ‘petunjuk’ spiritual dan juga formula berbagai ramuan rahasia. Berikut saya berikan sedikit cuplikan artikel yang saya maksud, lengkapnya anda bisa lihat di sini.

Rokok ini diciptakan oleh Ustadz KH. Abdul Malik berdasarkan petunjuk yang didapat oleh Beliau saat melakukan “istikharah” dan berdasarkan pengalaman dalam pengobatan alternatif, dari komposisi 17 jenis bahan ramuan yang diolah menjadi bahan campuran tembakau pilihan untuk rokok sehingga mampu menetralkan kandungan TAR dan NIKOTIN. Ramuan yang juga berfungsi sebagai jamu terapi kesehatan tersebut merupakan warisan leluhur tanpa bahan kimia maupun candu. Terdiri dari beberapa ramuan tradisional dan rempah-rempah rahasia yang berfungsi melancarkan peredaran darah, membersihkan racun dalam tubuh terutama pada saluran pernapasan, tenggorokan, dan paru-paru.

Rasa Rokok ini secara umum adalah khas rasa rokok yang pernah dibuat dan dinikmati oleh Raja-Raja Kerajaan Majapahit dan tersebar di seluruh dunia pada masanya. Sudah tentu sesuai dengan karakter cita rasa perokok Nusantara. Doa-doa yang dihembuskan pada bahan baku rokok berupa Energi Gelombang Pendek sangat halus, sehingga mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat racun seperti infeksi, radang dan bakteri serta virus.

Pada awalnya rokok ini digunakan hanya sebagai sarana terapi pengobatan berbagai jenis penyakit. Karena banyaknya permintaan dari para pengguna yang merasakan efek positif dari rokok ini maka diputuskan untuk diproduksi secara massal.


Fantastik bukan..???
Bahkan dibagian selanjutnya artikel tersebut diterangkan tentang rahasia diantara 17 bahan ramuan diantaranya adalah daun sirih, (Piper Betle), kayu siwak (Salvadore Persica), dan madu. Dijelaskan juga khasiat dan manfaat dari ketiganya yang memang sudah terbukti secara ilmiah dan medis.

Meskipun demikian saya masih ragu akan kebenaran tulisan tersebut yang mengatakan bahwa menghisap rokok tersebut menyehatkan dan mengobati berbagai penyakit. Mungkin benar bahwa bahan-bahan yang telah disebutkan tadi mempunyai efek yang baik bagi tubuh. Namun apabila bahan tersebut dibakar, maka kandungan senyawa kimiawi akan berubah menjadi senyawa yang lain.

Selain itu juga, perlu diingat, yang dihisap masuk kedalam paru-paru adalah asap dari rokok yang dibakar. Apakah kandungan senyawa kimia yang berguna tadi ikut bersama asap rokok? Saya pikir tidak. Asap adalah hasil sisa pembakaran. Komposisi kimia asap berbeda dengan komposisi kimia bahan asal yang dibakar. Jadi menurut saya tetap saja rokok tersebut tidak memberikan manfaat kesehatan seperti yang digembor-gemborkan dalam artikel di atas.

Rokok ini dijual dengan beberapa merek dagang yang rata-rata harganya diatas Rp 50 ribu. Wuaah... harga yang mahal menurut saya. Kalo saya sih lebih baik buat makan sea food atau sate kambing. Haha...



Beberpa artikel tentang bahaya rokok:

1. http://rokok.komunikasi.org
2. http://www.geocities.com/pentagon_f/rokok1
3. http://one.indoskripsi.com


Read more...

Tuesday, March 24, 2009

Bisnis Rumah Sakit


Ketika sedang mengantri di kantor pos Jakarta kota untuk mengirimkan laporan tahunan pajak (entah kenapa koq ya banyak yang mengirimkan laporan pajaknya pada hari itu, padahalkan saya sengaja baru mengurus laporan pajak mendekati batas akhir waktu yang ditentukan supaya tidak antri seperti ini), tidak sengaja saya terpaksa mendengar obrolan dua orang wanita yang duduk dibelakang.

Awalnya saya sama sekali tidak tertarik pada pembicaraan mereka karena saat itu sedang berusaha keras untuk tidak melirik (memandangi) kumpulan gadis kantoran yang berdiri mengantri didepan loket. Sebagian diri ini merasa bersalah, sebagian lagi malah sumringah. Dan yang terakhir tampaknya lebih dominan. Ini kesempatan, tidak tiap hari bisa mendapatkan sajian seperti ini. Mumpung tersedia free di depan mata, nikmati saja. Tak usahlah banyak pertimbangan. Ah.. bisikan itu jelas memenuhi isi kepala. Tapi.. obrolan dua wanita dibelakang kembali menarik perhatian saya.

‘Jadi.. si Anto nerusin ke mana Bu?’, terdengar wanita pertama memulai pembicaraan. ‘Maunya sih ke Farmasi, tapi aku pikir tanggung. Mending langsung saja ke kedokteran. Dokterkan masa depannya bagus.. Sekarang dia lagi siap-siap ujian masuk ke UI’, Wanita kedua terdengar menjawab bangga.

‘Kedokteran ujian masuknya susah lho bu, lagian mahal’.

'Gakpapa mbak. Wajarlah kalo mahal. Kan kalo udah lulus duitnya juga cepet. Profesi yang paling menghasilkan sekarang dokter lho mbak. Gak kenal krisis..’, jawabnya. ‘Kalo masalah biaya sih udah disiapin. Ntar kalo kurang yah kita paksain minjem di bank. Itung-itung investasi kalo bapaknya anak2 bilang. Ntar kalo dah jadi dokterkan bisa impas..’. Sambungnya lagi.

Sampai sini pikiran saya melayang. Teringat dua minggu yang lalu ketika harus membayar 250 ribu untuk sekali suntik dan beberapa tablet obat antibiotik karena demam dan batuk yang tak kunjung reda. Tetangga saya habis 2,5 jt untuk dua hari menginap di RS. Yah.. betul memang biaya kesehatan itu mahal. Setuju saya dengan ucapan Ibu tadi bahwa dokter saat ini menjadi profesi yang paling menghasilkan. Jauh dibanding dengan apoteker, insinyur, apalagi chemist. Padahal lama study hampir sama. Haha.. sedikit menyesal kenapa dulu ndak kuliah di kedokteran saja..

Rumah sakit saat ini berlomba-lomba meningkatkan kenyamanan. Mereka sepertinya tidak mau kalah dengan hotel berbintang. Kamar AC, TV, DVD/VCD player, kulkas, line telephon, mini bar, sofa, meja makan, pemandian air panas, karaoke, bahkan fasilitas futsal dan kolam renang-pun ada. Tidak heran kalau tarif satu hari lebih dari 1,5 juta rupiah. Mereka menggunakan alasan itu untuk mematok tarif selangit. Tarif yang mustahil dijangkau kebanyakan rakyat kita.

Tapi apa iya sekarang ini motivasi untuk menjadi dokter hanya berhenti pada motif ekonomi dan profit semata. Pertimbangan masuk ke fakultas kedokteran hanya karena hitung-hitungan materi. Karena profesi dokter lebih menjanjikan dan lebih basah dari pada profesi lainnya. Entah kemana tujuan mulia menolong sesama manusia, apakah mereka lupa pada sumpah hippokrates yang pernah diucapkannya?

Tiba-tiba diri ini dilempar kembali pada percakapan dengan ibu teman saya sewaktu kuliah dulu.

‘Nak Wahyu, Ibu setiap hari berdoa agar keluarga kami dimudahkan rejekinya, tapi Ibu suka merasa nggak enak.. Ibu bingung.. Kalau Ibu minta dilancarkan rejekinya, berarti Ibu minta banyak pasien yang datang ke Bapak. Itukan sama saja berdoa supaya banyak orang yang sakit dan kena musibah..’. Ck..ck... Salut saya dengan rasa empati beliau.

Mungkin betul zaman berubah. Saat ini materi diatas segala-galanya. Tidak seperti dulu ketika para dokter betul-betul karena panggilan perikemanusiaan. Sekarang dokter dijadikan bisnis. Penderitaan orang lain dieksploitasi dan dimanfaatkan. Rumah sakit berubah menjadi ladang mengumpulkan harta. Menjadi institusi yang mengedepankan profit dan keuntungan.

Rumah sakit saat ini menjadi pilihan usaha yang lebih menggiurkan ketimbang apartemen dan usaha properti lainnya. Pasien yang memang butuh kesembuhan dan ingin terbebas dari penderitaan terpaksa ikut aturan mereka tanpa bisa berbuat apa. Bahkan sampai rela hilang harga diri pontang-panting mencari surat keterangan miskin dari desa agar mendapat secuil keringanan dari rumah sakit, institusi bernaung para dokter yang terhormat. Kalau melihat ini wajar bila fenomena Ponari bisa terjadi.

Cekikikan gadis kantoran yang berjalan pergi menyadarkan saya. Terlihat petugas loket sebelah yang baru kembali dari makan siangnya membuka loket dan mengambil papan bertuliskan ‘istirahat’ yang terletak di atas meja. Dengan cepat saya meluncur berpindah ke sana. Seraya menyerahkan amplop berisi laporan pajak saya bertanya, ‘sudah selesai pak makan siangnya?’.


‘Hmmm...’, jawab bapak petugas loket tanpa senyum.

Sekedar info, berbeda dengan di kita, Rumah sakit di Amerika sana adalah nama sebuah band beraliran rock instrumental asal California. Nama band yang aneh...


Read more...

Friday, March 20, 2009

Validasi Metode Analisis

Salah satu hal yang melelahkan setelah membuat suatu metode analisis baru adalah melakukan validasi. Validasi metode analisis bertujuan untuk memastikan dan mengkonfirmasi bahwa metode analisis tersebut sudah sesuai untuk peruntukannya. Validasi biasanya diperuntukkan untuk metode analisa yang baru dibuat dan dikembangkan. Sedangkan untuk metode yang memang telah tersedia dan baku (misal dari AOAC, ASTM, dan lainnya), namun metode tersebut baru pertama kali akan digunakan di laboratorium tertentu, biasanya tidak perlu dilakukan validasi, namun hanya verifikasi. Tahapan verifikasi mirip dengan validasi hanya saja parameter yang dilakukan tidak selengkap validasi.

Kali saya akan mencoba menulis tentang tahapan validasi. Karena metode yang sering saya gunakan adalah HPLC, maka saya gunakan HPLC sebagai contoh dalam artikel kali ini. Namun sebetulnya tahapan validasi hampir mirip untuk semua jenis metode analisis.

Beberapa parameter analisis yang harus dipertimbangkan dalam validasi metode analisis adalah sebagai berikut:

1. Accuracy (Kecermatan)

Accuracy adalah ukuran yang menunjukkan derajat kedekatan hasil analis dengan kadar analit yang sebenarnya. Accuracy dinyatakan sebagai persen perolehan kembali (recovery) analit yang ditambahkan. Accuracy dapat ditentukan melalui dua cara, yaitu metode simulasi (spiked-placebo recovery) atau metode penambahan baku (standard addition method).

Dalam metode simulasi, sejumlah analit bahan murni ditambahkan ke dalam plasebo (semua campuran reagent yang digunakan minus analit), lalu campuran tersebut dianalisis dan hasilnya dibandingkan dengan kadar standar yang ditambahkan (kadar yang sebenarnya). Recovery dapat ditentukan dengan cara membuat sampel plasebo (eksepien obat, cairan biologis) kemudian ditambah analit dengan konsentrasi tertentu (biasanya 80% sampai 120% dari kadar analit yang diperkirakan), kemudian dianalisis dengan metode yang akan divalidasi. Tetapi bila tidak memungkinkan membuat sampel plasebo karena matriksnya tidak diketahui seperti obat-obatan paten, atau karena analitnya berupa suatu senyawa endogen misalnya metabolit sekunder pada kultur kalus, maka dapat dipakai metode adisi.

Dalam metode adisi (penambahan baku), sampel dianalisis lalu sejumlah tertentu analit yang diperiksa (pure analit/standar) ditambahkan ke dalam sampel, dicampur dan dianalisis lagi. Selisih kedua hasil dibandingkan dengan kadar yang sebenarnya (hasil yang diharapkan).

Pada metode penambahan baku, pengukuran blanko tidak diperlukan lagi. Metode ini tidak dapat digunakan jika penambahan analit dapat mengganggu pengukuran, misalnya analit yang ditambahkan menyebabkan kekurangan pereaksi, mengubah pH atau kapasitas dapar, dll.

Dalam kedua metode tersebut, recovery dinyatakan sebagai rasio antara hasil yang diperoleh dengan hasil yang sebenarnya. Biasanya persyaratan untuk recovery adalah tidak boleh lebih dari 5%.

2. Precision (keseksamaan)

Precision adalah ukuran yang menunjukkan derajat kesesuaian antara hasil uji individual, diukur melalui penyebaran hasil individual dari rata-rata jika prosedur diterapkan secara berulang pada sampel-sampel yang diambil dari campuran yang homogen.

Presicion diukur sebagai simpangan baku atau simpangan baku relatif (koefisien variasi). Precision dapat dinyatakan sebagai repeatability (keterulangan) atau reproducibility (ketertiruan).

Repeatability adalah keseksamaan metode jika dilakukan berulang kali oleh
analis yang sama pada kondisi sama dan dalam interval waktu yang pendek. Repeatability dinilai melalui pelaksanaan penetapan terpisah lengkap terhadap sampel-sampel identik yang terpisah dari batch yang sama, jadi memberikan ukuran keseksamaan pada kondisi yang normal.

Reproducibility adalah keseksamaan metode jika dikerjakan pada kondisi yang
berbeda. Biasanya analisis dilakukan dalam laboratorium-laboratorium yang berbeda menggunakan peralatan, pereaksi, pelarut, dan analis yang berbeda pula. Analisis dilakukan
terhadap sampel-sampel yang diduga identik yang dicuplik dari batch yang sama. Reproducibility dapat juga dilakukan dalam laboratorium yang sama dengan menggunakan peralatan, pereaksi, dan analis yang berbeda.

Kriteria seksama diberikan jika metode memberikan simpangan baku relatif (RSD) atau koefisien variasi (CV) 2% atau kurang. Akan tetapi kriteria ini sangat fleksibel tergantung pada konsentrasi analit yang diperiksa, jumlah sampel, dan kondisi laboratorium. Dari penelitian dijumpai bahwa koefisien variasi meningkat dengan menurunnya kadar analit yang dianalisis.

Ditemukan bahwa koefisien variasi meningkat seiring dengan menurunnya konsentrasi analit. Pada kadar 1% atau lebih, standar deviasi relatif antara laboratorium adalah sekitar 2,5% ada pada satu per seribu adalah 5%. Pada kadar satu per sejuta (ppm) RSDnya adalah 16%, dan pada kadar part per bilion (ppb) adalah 32%. Pada metode yang sangat kritis, secara umum diterima bahwa RSD harus lebih dari 2%.

Percobaan keseksamaan dilakukan terhadap paling sedikit enam replika sampel yang diambil dari campuran sampel dengan matriks yang homogen. Sebaiknya keseksamaan
ditentukan terhadap sampel sebenarnya yaitu berupa campuran dengan bahan pembawa sediaan farmasi (plasebo) untuk melihat pengaruh matriks pembawa terhadap keseksamaan ini. Demikian juga harus disiapkan sampel untuk menganalisis pengaruh pengotor dan hasil
degradasi terhadap keseksamaan ini.

3. Selektivitas (Spesifisitas)

Selektivitas atau spesifisitas suatu metode adalah kemampuannya yang hanya mengukur zat tertentu saja secara cermat dan seksama dengan adanya komponen lain yang mungkin ada dalam matriks sampel. Selektivitas seringkali dapat dinyatakan sebagai derajat penyimpangan (degree of bias) metode yang dilakukan terhadap sampel yang mengandung
bahan yang ditambahkan berupa cemaran, hasil urai, senyawa sejenis, senyawa asing lainnya, dan dibandingkan terhadap hasil analisis sampel yang tidak mengandung bahan
lain yang ditambahkan.
Selektivitas metode ditentukan dengan membandingkan hasil analisis sampel yang mengandung cemaran, hasil urai, senyawa sejenis, senyawa asing lainnya atau pembawa
plasebo dengan hasil analisis sampel tanpa penambahan bahan-bahan tadi.

Penyimpangan hasil jika ada merupakan selisih dari hasil uji keduanya. Jika cemaran dan hasil urai tidak dapat diidentifikasi atau tidak dapat diperoleh, maka selektivitas dapat
ditunjukkan dengan cara menganalisis sampel yang mengandung cemaran atau hasil uji urai dengan metode yang hendak diuji lalu dibandingkan dengan metode lain untuk
pengujian kemurnian seperti kromatografi, analisis kelarutan fase, dan Differential Scanning Calorimetry. Derajat kesesuaian kedua hasil analisis tersebut merupakan ukuran selektivitas. Pada metode analisis yang melibatkan kromatografi, selektivitas ditentukan melalui perhitungan daya resolusinya (Rs).

4. Linearitas dan Rentang

Linearitas adalah kemampuan metode analisis memberikan respon proporsional terhadap
konsentrasi analit dalam sampel. Rentang metode adalah pernyataan batas terendah dan
tertinggi analit yang sudah ditunjukkan dapat ditetapkan dengan kecermatan, keseksamaan, dan linearitas yang dapat diterima.

Linearitas biasanya dinyatakan dalam istilah variansi sekitar arah garis regresi yang dihitung berdasarkan persamaan matematik data yang diperoleh dari hasil uji analit
dalam sampel dengan berbagai konsentrasi analit. Perlakuan matematik dalam pengujian linearitas adalah melalui persamaan garis lurus dengan metode kuadrat terkecil antara
hasil analisis terhadap konsentrasi analit.

Dalam beberapa kasus, untuk memperoleh hubungan proporsional antara hasil pengukuran dengan konsentrasi analit, data yang diperoleh diolah melalui transformasi matematik dulu sebelum dibuat analisis regresinya.

Dalam praktek, digunakan satu seri larutan yang berbeda konsentrasinya antara 50 – 150% kadar analit dalam sampel. Di dalam pustaka, sering ditemukan rentang konsentrasi
yang digunakan antara 0 – 200%. Jumlah sampel yang dianalisis sekurang-kurangnya delapan buah sampel blanko.

Sebagai parameter adanya hubungan linier digunakan koefisien korelasi r pada analisis regresi linier Y = a + bX. Hubungan linier yang r = +1 atau –1 bergantung pada arah garis. Sedangkan nilai a menunjukkan kepekaan analisis terutama instrumen yang digunakan. Parameter lain yang harus dihitung adalah simpangan baku residual (Sy).
Dengan menggunakan kalkulator atau perangkat lunak komputer, semua perhitungan matematik tersebut dapat diukur

5. Batas Deteksi (Limit of Detection) dan Batas Kuantitasi (Limit of Quatification)

Batas deteksi adalah jumlah terkecil analit dalam sampel yang dapat dideteksi yang masih memberikan respon signifikan dibandingkan dengan blangko. Batas deteksi merupakan
parameter uji batas. Batas kuantitasi merupakan parameter pada analisis renik dan diartikan
sebagai kuantitas terkecil analit dalam sampel yang masih dapat memenuhi kriteria cermat dan seksama.
Penentuan batas deteksi suatu metode berbeda-beda tergantung pada metode analisis itu menggunakan instrumen atau tidak. Pada analisis yang tidak menggunakan instrumen batas tersebut ditentukan dengan mendeteksi analit dalam sampel pada pengenceran bertingkat. Pada analisis instrumen batas deteksi dapat dihitung dengan mengukur
respon blangko beberapa kali lalu dihitung simpangan baku respon blangko dan formula di bawah ini dapat digunakan untuk perhitungan

Q = (k x Sb)/Sl

Q = LOD (batas deteksi) atau LOQ (batas kuantitasi)
k = 3 untuk batas deteksi atau 10 untuk batas kuantitasi
Sb = simpangan baku respon analitik dari blangko
Sl = arah garis linear (kepekaan arah) dari kurva antara respon terhadap konsentrasi = slope (b pada persamaan garis y = a+bx)

Batas deteksi dan kuantitasi dapat dihitung secara statistik melalui garis regresi linier dari kurva kalibrasi. Nilai pengukuran akan sama dengan nilai b pada persamaan garis linier y = a + bx, sedangkan simpangan baku blanko sama dengan simpangan baku residual (Sy/x.)

a. Batas deteksi (LoD)
Karena k = 3, Simpangan baku (Sb) = Sy/x, maka:

LoD = (3 Sy/x)/ Sl

b. Batas kuantitasi (LoQ)
Karena k = 10, Simpangan baku (Sb) = Sy/x, maka:

LoQ = (10 Sy/x)/Sl

Cara lain untuk menentukan batas deteksi dan kuantitasi adalah melalui penentuan rasio S/N (signal to noise ratio). Nilai simpangan baku blanko ditentukan dengan cara menghitung tinggi derau pada pengukuran blanko sebanyak 20 kali pada titik analit memberikan respon. Simpangan baku blanko juga dihitung dari tinggi derau puncak ke puncak, jika diambil dari tinggi puncak derau atas dan bawah (Np-p) maka s0 = Np-p/5 sedangkan kalau dari puncak derau bawah saja (puncak negatif) maka s0 = Np/2, selanjutnya perhitungan seperti tersebut di atas.

6. Ketangguhan metode (ruggedness)

Ketangguhan metode adalah derajat ketertiruan hasil uji yang diperoleh dari analisis sampel yang sama dalam berbagai kondisi uji normal, seperti laboratorium, analisis, instrumen, bahan pereaksi, suhu, hari yang berbeda, dll. Ketangguhan biasanya dinyatakan sebagai tidak adanya pengaruh perbedaan operasi atau lingkungan kerja pada hasil uji. Ketangguhan metode merupakan ukuran ketertiruan pada kondisi operasi normal antara lab dan antar analis.

Ketangguhan metode ditentukan dengan menganalisis beningan suatu lot sampel yang homogen dalam lab yang berbeda oleh analis yang berbeda menggunakan kondisi operasi
yang berbeda, dan lingkungan yang berbeda tetapi menggunakan prosedur dan parameter uji yang sama.

Derajat ketertiruan hasil uji kemudian ditentukan sebagai fungsi dari variabel penentuan. Ketertiruan dapat dibandingkan terhadap keseksamaan penentuan di bawah kondisi normal untuk mendapatkan ukuran ketangguhan metode. Perhitungannya dilakukan secara statistik menggunakan ANOVA pada kajian kolaboratif yang disusun oleh Youden dan Stainer.

7. Kekuatan (Robustness)

Untuk memvalidasi kekuatan suatu metode perlu dibuat perubahan metodologi yang kecil dan terus menerus dan mengevaluasi respon analitik dan efek presisi dan akurasi. Sebagai contoh, perubahan yang dibutuhkan untuk menunjukkan kekuatan prosedur HPLC dapat mencakup (tapi tidak dibatasi) perubahan komposisi organik fase gerak (1%), pH fase gerak (± 0,2 unit), dan perubahan temperatur kolom (± 2 - 3° C).

Perubahan lainnya dapat dilakukan bila sesuai dengan laboratorium. Identifikasi sekurang-kurangnya 3 faktor analisis yang dapat mempengaruhi hasil bila diganti atau diubah. Faktor risinal ini dapat diidentifikasi sebagai A, B, dan C. Perubahan nilai faktor-faktor ini
dapat diidentifikasi dengan a, b, dan c. Lakukan analisis pada kondisi yang telah disebutkan pada pemeriksaan ketangguhan.

Nilai Penetapan faktor eksperimental
#1 #2 #3 #4
A atau a A A a a
B atau b B b B b
C atau c C c c C

Untuk menentukan efek perubahan A, banding rata-rata hasil (#1 + #2)/2 dengan (#3 + 4)/2, Untuk efek perubahan B, bandingkan (#1 + #3)/2 dengan (#2 +#4)/2 dan seterusnya.


Demikian tahapan validasi metode analisis yang biasa dilakukan. Untuk anda yang akan melakukan validasi saya ucapkan selamat berjuang. Pesan saya, sabaaar... hehe.
Semoga berguna.

Read more...